Site icon Berita Kota Makassar

Menghargai Keberagaman: Kunci Kepemimpinan Sukses di Pilkada 2024

PEMIMPIN hasil pilkada serentak 27 November 2024 mendatang hendaknya mampu menjaga dan menghargai segala bentuk perbedaan. Sebab negara kita sangat kaya akan keanekaragaman, seperti keragaman akan kekayaan budaya.
Secara teori, kepemimpinan begitu penting dalam menjaga perdamaian, sehingga hal ini mendapat perhatian yang begitu besar. Pentingnya kepemimpinan dalam masa perdamaian yang mengharuskan setiap paslon menghimbau kepada seluruh basis dukungan agar berkontestasi secara damai.

Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penentu terhadap baik atau tidaknya kualitas masyarakat. Kesuksesan sebuah pemerintahan juga sangat ditentukan oleh faktor kepemimpinan. Di dalam kepemimpinan terdapat pemimpin dan pengikut. Kepemimpinan dalam amanah sebagai pejabat publik juga menuntut kepekaan terhadap keragaman yang terdapat dalam ruang lingkup masyarakat luas.
Dalam rangka menjaga perdamaian jelang pilkada diperlukan proses yang berkelanjutan, baik dalam proses edukasi, implementasi, maupun imbauan agar keharmonisan dan keselarasan dapat terwujud.

Salah satu instrumen utama dalam memperkuat perdamaian adalah pendidikan. Oleh sebab itu setiap paslon harus memberikan pendidikan politik yang baik agar dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Sebaliknya, jika tidak ada perdamaian maka kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi dan politik juga tidak mungkin tercapai. Ini berarti sikap toleransi, keharmonisan dan kerja sama sosial antarmasyarakat merupakan dasar bahkan landasan utama dari perdamaian.

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, penuh toleransi, dan sikap saling menghormati antarpenduduknya. Kesadaran toleransi antarunsur yang berbeda dalam masyarakat tercermin dalam Bhinneka Tunggal Ika. Toleransi menjadi salah satu nilai karakter berdasarkan budaya bangsa. Pendidikan mengajarkan kepada generasi masa sekarang dan masa depan untuk lebih memahami arti toleransi demi terciptanya perdamaian. Perdamaian akan menciptakan kehidupan yang sehat, nyaman dan harmonis dalam setiap interaksi antar sesama.

Dengan jejak yang ditinggalkan oleh para founding fathers, maka kita tidak perlu terpecah hanya karena kontestasi politik yang lumrah dilakukan sebagai proses demokrasi. Toleransi mengajarkan kita tentang menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil, sehingga tercapai kesamaan sikap.

Toleransi dalam konteks sosial budaya dan agama berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda. Toleransi adalah kekuatan pemersatu yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya, kekuatan spiritualitas yang tidak bisa diabaikan dalam perbedaan melihat perbedaan sebagai keberagaman yang menyatukan. (jar)

Exit mobile version