TAKALAR, BKM — Calon gubernur Sulawesi Selatan Mohammad Ramdhan Pomanto melakukan kampanye di Kabupaten Takalar, Rabu (2/10). Ia juga ziarah ke makam Karaeng Ta Data atau Abubakar Karaeng Ta Data bin Amas Madina Batara Gowa, Raja Gowa ke XXVl atau yang umum dikenal Karaeng Sayangnga ri Beba.
Danny Pomanto didampingi Mansyur Dg Tonang, Imam Dusun Beba. Danny juja menziarahi makam Syekh Muhammad Sulaiman Tuan Beba.
“Ada dua yang didatangi Pak Danny Pomanto. Kami selaku imam di Dusun Beba memberikan penjelasan kepada Pak Danny bahwa inilah salah satu hamba Allah yang diberi kepercayaan untuk memimpin,” ujar Mansyur Dg Tonang.
Usai ayahnya Batara Gowa wafat ketika usianya masih belia, rakyat Gowa memilih Karaeng Ta Data sebagai pemimpin perjuangan melawan VOC. Karaeng Ta Data atau yang dikenal Karaeng Sayangnga Ri Beba tampil di kerajaan Gowa pada tahun 1798, dan memaklumatkan dirinya sebagai Sombayya ri Gowa menggantikan ayahnya Batara Gowa atas desakan sebagian besar rakyat Gowa.
Danny Pomanto mengatakan sudah menjadi tradisi bagi dirinya berziarah ke makam para syekh dan raja sebelum memulai kampanyenya di daerah. “Saya selalu masuk suatu wilayah tentu harus silaturahmi. Bukan hanya kepada mereka yang masih hidup, tapi juga silaturahmi dengan masa lalu,” ucap Danny.
Ziarah ini juga sebagai bagian dari cara dirinya menghargai masa lalu, mengingat cita-cita para leluhur. Sekaligus mempertahankan budaya dan tradisi saling menghargai. “Tidak ada daerah ini tanpa masa lalu. Tidak ada daerah ini tanpa pemimpin terdahulu,” ucapnya.
Kunjungan selanjutnya dilakukan Danny di PPI Beba. Danny langsung mendapat sambutan hangat, baik dari para masyarakat maupun nelayan yang menggemakan “nomor satumo”. Danny lalu berkeliling melihat kondisi langsung aktivitas para nelayan serta infrastruktur dari PPI Beba.
“Saya kira sebutan Beba, kalau kita lihat sejarahnya artinya bebas. Bebas dari pajak. Ini PPInya sangat bagus. Sayang sekali kalau kita tidak tingkatkan fasilitas dan kualitasnya,” ucap Danny.
Danny menegaskan, jika pasangan DIA terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Sulsel periode 2024-2029, banyak hal positif yang akan dilakukan untuk mengembangkan potensi PPI Beba. “Kita lihat ikan-ikannya luar biasa. Kalau Pemprov bisa intervensi ini maka kita akan mempercantik mulai dari dermaganya, restorannya, infrastrukturnya agar masyarakat dan nelayan lebih nyaman,” terangnya.
Tak hanya itu, Danny juga akan meningkatkan perekonomian para nelayan dengan membeli ikan hasil tangkap dan akan melakukan ekspor. Karena, menurutnya, permasalahan pertanian tidak jauh beda dengan permasalahan perikanan.
“Sayang sekali ikannya di sini bagus-bagus, yang biasa kita makan di restoran tapi harga belinya rendah. Kasihan nelayan. Nanti kita jamin dengan harga terbaik. Fasilitas es juga nanti kita perbaiki dengan memakai teknologi canggih agar kualitas ikan pun makin segar,” jelasnya.
Selain berdialog dengan nelayan, Danny juga makan ikan bakar di pondok-pondok rumah makan Beba bersama para nelayan dan pendukung serta relawan DIA. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Danny untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat menjelang pemilihan gubernur.
Pada kesempatan itu Danny mendengar curhatan warga Desa Aengtowa terkait perbaikan layanan kesehatan di Galesong Utara (Galut). Menurut salah satu warga Aengtowa Hj Bollo, di Galut ada rumah sakit namun hanya melayani pasien umum, tidak dengan BPJS Kesehatan. “Saya cuma minta, Pak bagaimana layanan BPJSta,” curhat Hj Bollo.
Mendenga curhatan warga, Danny berjanji mengubah layanan kesehatan jadi lebih baik seperti yang sudah dirinya terapkan selama dua periode memimpin Kota Makassar. Saat ini cakupan BPJS di Makassar sudah 99,7 persen, bahkan sudah diberikan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) yang sebagian besar ditanggung oleh pemerintah kota.
“Coba saya lihat dulu aturannya, karena BPJS itu kewenangan pemerintah daerah. Tapi kalau ada aturan bisa membantu kabupaten/kota dengan BPJS, saya pasti bantu,” ucap Danny.
Tidak hanya cakupan BPJS yang sudah hampir 100 persen, Makassar juga mempunyai program Home Care Dottorotta yang melayani masyarakat dari lorong ke lorong secara gratis. “Makassar juga masih melayani Jamkesda, itu di RSUD Daya,” tuturnya.
Dengan mengambil contoh keberhasilan di Makassar, Danny bersama cawagub Azhar Arsyad siap memperbaiki infrastruktur kesehatan di kabupaten/kota.Terlebih Kota Makassar diberi predikat sebagai layanan kesehatan terbaik di Asia Tenggara oleh WHO.
Dalam sosialisasinya, ia mengajak masyarakat bersama-sama mengubah nasib dengan memilih nomor urut satu untuk petani dan nelayan yang lebih sejahtera. “Pilkada itu momen untuk mengubah nasib. Insyaallah kalau kita coblos nomor satu, saya sudah punya konsep untuk mengubah nasib,” kata Danny Pomanto.
Konsep yang ditawarkan jika terpilih sebagai gubernur Sulsel 2024-2029, maka Pemprov akan membeli produk petani dan nelayan dengan harga yang layak. “Kadang panennya banyak tapi harganya turun. Begitu pun nelayan. Ini yang harus kita berikan jaminan,” tutup Danny. (rhm)
Tajuddin Rahman Keberatan
Pengacara senior Tadjuddin Rahman mengaku keberatan dan kaget lantaran namanya dimasukkan dalam struktur tim pemenangan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad (DIA), sementara dirinya tidak pernah memberikan persetujuan. “Saya tidak tahu dan tidak pernah memberikan persetujuan,” ujar Tadjuddin Rahman, Rabu (2/10).
Tadjuddin mengakui bahwa dirinya memang pernah dihubungi oleh seseorang dari tim DIA. Hanya, saja ia tak mengiyakan lantaran dirinya merupakan kader Partai Nasdem.
Sebagai kader dari partai yang diketahui mengusung pasangan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) di pilgub Sulsel 2024, ditegaskannya, tentu ia harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan ketua DPW Nasdem Sulsel.
“Tidak pernah berbicara langsung dengan beliau (Danny Pomanto). Saya tidak pernah memberikan persetujuan. Yang ada, saya pernah dihubungi seseorang. Namun saat itu saya mengatakan harus konfirmasi dulu kepada ketua partai karena saya kader Nasdem dan bukan anggota biasa,” bebernya.
Sehingga, ia memastikan bahwa pencantuman namanya yang masuk dalam tim pemenangan DIA tidaklah benar. Bahkan dirinya sebenarnya sudah masuk dalam tip Pemenangan Andalan Hati.
“Karena kalau itu (masuk tim pemenangan Andalan Hati) memang ada pembicaraan saya dengan Pak Andi Sudirman dan Pak Anzhari langsung,” tegasnya.
Diketahui, bahwa DIA telah merilis daftar tim pemenangannya di pilgub Sulsel 2024. Dari banyak nama yang disampaikan, salah satunya ada Tadjuddin Rahman. Ia masuk dalam tim sebagai salah satu anggota Direktorat Hukum. Selain Tajuddin, ada nama-nama lain seperti Irwan Muin, Yusuf Gunco, Muhtar Djuma dan yang lainnya. (rhm-rif)
