Site icon Berita Kota Makassar

Hujan Mulai Guyur Makassar

MAKASSAR, BKM–Kota Makassar dan sekitarnya mulai diguyur hujan pada Kamis (3/10) pagi. Hujan dengan kapasitas ringan terjadi di sekitar selatan dan pusat kota.

Staf Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Farid mengatakan hujan yang terjadi kemarin pagi diakibatkan oleh awan-awan konvektif kecil dengan skala lokal.
Namun dia mengaku, pemantauan dari citra satelit, awan-awan konfektif kecil itu tidak terdeteksi.
“Hujan yang terjadi pun hanya sebagian wilayah Makassar dan sekitarnya dengan intensitas hujan ringan,” ungkap Farid, kemarin.
Dia melanjutkan, BMKG mencatat jika saat ini masih masih masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Menurutnya, awal musim hujan ditentukan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya.
Selanjutnya, melalui rilis harian dari BMKG disebutkan potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang bisa terjadi di Kabupaten Jeneponto, meliputi Bangkala Barat. Termasuk di Kabupaten Takalar, seperti di wilayah Mangarabombang, Polombangkeng Selatan, Polombangkeng Utara.
Di Kabupaten Gowa meliputi Biringbulu, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan di Pangkajene, Bungoro, Labakkang, Marang, Segeri, Minasa Tene, Mandalle.
Sementara di Kabupaten Barru meliputi Tanete Riaja, Tanete Rilau, Pujananting, dan sekitarnya.
Khusus untuk Kota Makassar peluang hujan bisa terjadi di sejumlah wilayah. Diantaranya di Kecamatan Mariso, Mamajang, Makasar, Ujung Pandang, Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah, Panakukkang, Tamalate, Biringkanaya, Manggala, Rappocini, Tamalanrea, dan sekitarnya.

Terpisah, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis memimpin Rapat Koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan Sabtu Bersih yang bakal dilaksanakan pekan ini.
Arwin mengatakan, Sabtu Bersih bertujuan sebagai kegiatan menjaga lingkungan, antisipasi genangan dan banjir saat musim hujan.
Juga untuk membangun kekompakan seluruh elemen masyarakat dan cooling system menyambut Pilkada serentak 2024.
“Hari Sabtu dipilih agar semuanya dapat berpartisipasi turun ke lapangan. Melakukan normalisasi saluran drainase dan bersih-bersih lingkungan,” kata Arwin usai memimpin rapat, di Kantor Balai Kota, Kamis (3/10).

Apalagi saat ini, kata dia, musim hujan sudah mulai tiba maka bisa saja terjadi sumbatan dan dikhawatirkan menghambat saluran drainase.
Olehnya, perlu ada antisipasi pembersihan, terutama membersihkan sedimennya.
“Sehingga ketika musim hujan turun tentu genangan air dapat dihindari,” ucapnya.
Ia katakan, semua potensi yang ada di Pemkot Makassar diajak berkolaborasi, camat, lurah, RTRW juga masyarakatnya ikut berpartisipasi.
Apalagi Kodim dan Polrestabes menyatakan kesediaannya ikut bersinergi.

Di samping itu, gerakan bersih-bersih ini, diupayakan menciptakan suasana harmonis, kompak antar sesama di tengah momen Pilkada.
“Agar fokus kita tidak kemana-mana tetapi fokus pada pengabdian masyarakat. Dan semua disibukkan dengan kegiatan bermanfaat,” ungkapnya.
Pun, pihaknya bakal memilih beberapa lokasi sebagai titik giat Sabtu Bersih. Hal ini berkaitan dengan lokasi yang menjadi penilaian Adipura.
Di antaranya, Pasar, Drainase, Kanal, dan lainnya.
Untuk kanal, lanjut dia, akan dikoordinasikan dahulu ke pihak berwenang dan Pemkot Makassar menyatakan siap membantu normalisasi dari hulu ke hilir.
“Secepatnya dikoordinasikan agar cepat pula masyarakat mendapatkan manfaatnya,” lanjutnya. (rhm)

Exit mobile version