MAKASSAR, BKM–Dukungan masyarakat untuk pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota Makassar Amri Arsyid-Abd Rahman Bando (AMAN) terus bertambah.
Kali ini datang dari Lembaga Adat Pa’sereanta Firman Sombali, Kerajaan Islam kembar Gowa-Tallo menyatakan dukungan kepada Paslon nomor urut empat AMAN di kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar 27 November nanti.
Secara struktur dan kelembagaan, Lembaga adat Pa’sereanta Firman Sombali, solid mendukung pasangan AMAN, bukan yang lainnya.
“Sebelum bertemu dengan Pak Amri, kami juga sempat ketemu dengan Pak Rahman Bando dan kita sampaikan bahwa kami alihkan semua dukungan lembaga adat ke AMAN. Sekarang semua teman-teman lembaga adat menarik diri dan mengalihkan dukungannya ke Amri – Rahman,” kata Wakil sekretaris Lembaga Adat Pa’sereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa-Tallo, Abdullah R.
Menurut Abdullah, Kota Makassar membutuhkan sosok pemimpin seperti AMAN yang punya visi-misi jelas dan realistis.
“Bagi saya Makassar butuh sosok pemimpin yang peduli terhadap warga Makassar bukan sekedar memberikan harapan palsu. Kami dari lembaga adat butuh sosok pemimpin seperti Pak Amri Arsyid dan Abdul Rahman Bando,” terangnya.
Sementara itu, Amri Arsyid menyampaikan rasa terima kasih kepada Lembaga Adat Pa’sereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa-Tallo yang telah menyatakan dukungannya dan bersedia berjuang bersama untuk Makassar AMAN.
“Saya berterima kasih karena dukungan ini sangat berarti bagi AMAN, ini adalah sebuah kehormatan. Bagi saya bapak-bapak semua adalah pewaris sekaligus penerus budaya dan nilai luhur dari daerah kita, bangsa kita Bugis-Makassar,” ucap Amri Arsyid saat bertemu dan berdiskusi langsung dengan perwakilan lembaga adat beberapa waktu lalu.
Amri berjanji jika AMAN terpilih, akan merangkul para pemangku adat di Kerajaan Islam Kembar Gowa-Tallo untuk membuat program khusus dalam menjaga kelestarian nilai-nilai budaya dalam dunia pendidikan yang kini semakin tergerus.
“Ini yang memicu saya untuk melihat bagaimana peran dari para pemangku adat kita, khususnya di Kerajaan Kembar Gowa-Tallo ini untuk menanamkan nilai-nilai budaya yang semakin tergerus terutama di anak-anak kita,” pungkasnya. (rif)

