Site icon Berita Kota Makassar

Dinsos Belum Maksimal Tangani Anjal Gepeng

MAKASSAR, BKM — Makassar sebagai kota metropolitan memiliki berbagai problematika.Mulai dari persoalan kemacetan, banjir, tata ruang, PK-5, hingga masalah anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (anjal gepeng).
Khusus terkait anjal dan gepeng, Pemerintah Kota Makassar melalui stakeholder terkait, yakni Dinas Sosial belum mampu menangani dengan baik.
Walaupun tim reaksi cepat (TRC) Saribattang bentukan Dinas Sosial intens turun melalukan penertiban dan pembinaan, namun persoalan anjal gepeng belum bisa tertangani dengan baik.
Para anjal gepeng dengan mudah bisa ditemukan, terutama di perempatan-perempatan jalan.

Persoalan itupun menjadi salah satu fokus Pejabat Sementara Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis untuk ditangani.
Secara khusus, Arwin menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengatur strategis penanganan anjal, termasuk rencana penertibannya.
Selain penanganan jangka pendek, juga dibutuhkan penanganan jangka panjang.
“Kita tidak begitu saja menertibkan mereka karena kita harus berpikir bahwa kira-kira apa solusi terhadap mereka ini ketika tidak di jalan lagi dia di mana. Dia kan harus hidup, makan, dan kerja,” ungkap Arwin belum lama ini.

Dia mengaku jika Pemkot Makassar Belum Dapat Solusi Jangka Panjang Tangani Anjal Gepeng.
Arwin menyebut fenomena anjal gepeng yang masih kerap ditemui di sudut-sudut Kota Makassar menjadi keresahan bagi masyarakat. Belum lagi jika wisatawan datang ke Makassar lalu disambut anjal gepeng.
“Akhirnya tidak nyaman wisatawan untuk berkunjung ke Makassar. Nah itulah yang menjadi fokus kita bagaimana Makassar ini bebas dari pengamen bebas dari pengemis,” kata Arwin.
Menurut Arwin, masalah anjal gepeng ini menimbulkan efek domino. Ada banyak hal yang perlu dipikirkan dan ditangani termasuk tindakan ke depan ketika anjal gepeng ini ditertibkan.”Hal itulah yang harus dipikir karena ini ada efek dominonya yang kita pikirkan. Ketika ditertibkan kita berpikir dia mau ke mana, sementara pemerintah itu wajib memberikan solusi terhadap masyarakatnya,” jelasnya.

Arwin tidak ingin ketika anjal gepeng ditertibkan namun ujung-ujungnya dilepas lagi. Pasalnya, bukan tidak mungkin mereka akan kembali lagi ke jalan-jalan. Ujung-ujungnya, ini hanya akan menjadi masalah berulang.
“Jangan sampai ditertibkan kemudian menjadi ditelantarkan kembali dan itu tidak menyelesaikan masalah. Hal tersebut hanya menunda masalah saja, kemudian terjadi lagi,” tandas Arwin. (rhm)

Exit mobile version