RANTEPAO, BKM — Politikus PDIP Dan Pontasik kesal terkait miniatur kerbau kebanggaan orang Toraja dikeluarkan dari halaman Rujab Gubernur Sulsel di era Andi Sudirman. Hal ini membuat orang Toraja kecewa.
”Miniatur (Patung) Kerbau Belang (Saleko) sudah tidak ada lagi dihalaman Rujab Gubernur. Padahal itu miniatur kerbau sudah menjadi kebanggaan orang Toraja dan dikeluarkan dari halaman Rujab Gubernur Sulsel,”ujar Dan Pongtasik saat mendampingi calon Gubernur Sulsel Moh Ramdhan Pomanto disela-sela silaturrahmi pengurus BPS Gereja Toraja di Tongkonan Sangulele, Rantepao, Senin (7/10).
Menurut Dan Pongtasik, miniatur kerbau belang dibangun jaman Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL). Kerbau belang tersebut nilainya sangat mahal karena sering digunakan dalam prosesi pesta rambu solo adat Toraja. Miniatur kerbau dihalaman rujab Gubernur bagian dari pelestarian adat dan budaya Toraja.
”Sayang sekali miniatur itu sudah hilang di beranda Rujab Gubernur. Hal ini membuat warga Toraja geram dan kecewa, ” tandas Dan Pongtasik.
Untuk diketahui keseharian masyarakat Tana tak terpisahkan dengan hewan ternak kerbau. Hewan bertanduk ini sudah kerap ditukar dengan benda lain. Selain memiliki nilai ekonomis tinggi, hewan bertubuh tambun ini juga nilainya mahal. Kerbau merupakan hewan yang sangat penting bagi masyarakat Toraja sekaligus menandai status sosial seseorang.
Di upacara Rambu Solo’ kerbau wajib dikurbankan untuk memberikan penghormatan terakhir serta menjadi bekal kubur dan harta bagi orang yang meninggal. (gus/C)

