Site icon Berita Kota Makassar

Kapal Perang Angkut Rp12,38 Miliar ke Wilayah 3T

MAKASSAR, BKM — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) dengan melakukan pelayanan penukaran kas keliling ke wilayah Terluar, Terdepan, dan Terpencil (3T).
Ekspedisi menggunakan KRI Tombak dilepas oleh Sekretaris Provinsi Sulsel Jufri Rahman, Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda, dan Komandan Lantamal VI Makassar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Andi Rahmat M.

Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda menjelaskan bahwa di wilayah Sulawesi Selatan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini dilaksanakan untuk yang ke-16 kalinya. Dalam melakukan pelayanan penukaran kas keliling, BI Sulsel menyiapkan modal sejumlah Rp12,38 miliar yang diangkut dengan KRI Tombak. ERB berlangsung 11 hingga 17 Oktober 2024.
Ada lima pulau terluar yang dikunjungi. Masing-masing Pulau Jinato, Pulau Kalaotoa, Pulau Bonerate, Pulau Kayuadi, Pulau Selayar.
“ERB ini sekaligus memeriahkan kegiatan Festival Takabonerate 2024 yang dipusatkan di Pulau Jinato. Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun 2024 ini mengusung tema Alam Lestari, Masyarakat Sejahtera, Rupiah Berdaulat,” ungkap Rizky.

Selain itu, untuk lebih memperkenalkan dan mendekatkan masyarakat terhadap uang Rupiah, BI Sulsel juga melakukan edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah kepada masyarakat pulau. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu penyediaan uang layak edar di pulau-pulau terluar yang sulit terjangkau dengan transportasi umum.
Peserta ERB ini tidak hanya berasal dari Bank Indonesia Sulawesi Selatan, namun melibatkan 16 orang yang tersebar dari beberapa satuan kerja Bank Indonesia se-Indonesia. Dan tentunya kru KRI Tombak.
Selain melakukan penukaran uang dan edukasi CBP, BI Sulsel juga akan melaksanakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Diantaranya memberikan bantuan kendaraan motor bak tiga roda, genset, tandon air, rangka tandon dari kayu ulin, laptop, proyektor, sembako beras, speaker, fasilitas internet Starlink, perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan olahraga, alat musik, mesin pompa air, dan pelaksanaan sunatan massal.

Sementara itu, Danlantamal VI Makassar Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat M, menjelaskan pihaknya sengaja menyiapkan KRI Tombak sebagai kapal yang mengawal ERB. Alasannya, kapal perang tersebut memiliki perlengkapan persenjataan yang lengkap. Selain itu, KRI Tombak juga termasuk dalam satuan kapal cepat.
“KRI Tombak adalah kapal perang dengan perlengkapan senjata sangat lengkap. Karena kita bawa uang, untuk faktor keamanan dan kelancaran. Termasuk juga dalam satuan kapal cepat. Karena ini ke pulau-pulau kecil kita gunakan KRI Tombak Armada 2,” ungkap Danlantamal.
Sekretaris Provinsi Sulsel Jufri Rahman mengapresiasi program ERB ini. Menurutnya, pengedaran dan penggunaan uang rupiah di seluruh NKRI merupakan hal penting dan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena rupiah bukan saja sebagai alat transaksi pembayaran, tetapi juga merupakan identitas dan alat pemersatu bangsa dan menjadi salah satu simbol kedaulatan bangsa.
Selain itu, program ERB ini bertepatan dengan pelaksanaan Festival Takabonerate, sehingga momen tersebut bisa dimanfaatkan untuk lebih intensif menyosialisasikan uang rupiah sebagai alat tukar resmi di Indonesia. (rhm)

Exit mobile version