MAKASSAR, BKM–Upaya menopang daya beli masyarakat dan menekan inflasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama 24 kabupaten dan kota menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan Andi Muhammad Arsjad mengatakan, GPM digelar dalam rangka memacu daya beli masyarakat. Inflasi terkendali di angka 1,7 persen, sehingga bahan hasil produksi harus terserap oleh masyarakat.
Kata ia, perlu membangun sistem untuk memastikan bahwa program penguatan ketahanan pangan dilakukan secara terstruktur.
“Teman-teman kabupaten dan kota ini sangat luar biasa sekali, karena apa yang kita lakukan ini tanpa kolaborasi, tanpa kerja sama juga tidak akan bisa. kami bersyukur bahwa kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Bapak Gubernur direspon baik,” ujar Arsjad, Selasa (15/10), di Kantor Dinas Ketapang Sulsel.
Sepanjang Oktober, sudah ada 52 pelaksanaan GPM. 51 diantaranya merupakan penyelenggaraan di kabupaten dan kota. Menurut Arsjad, ini menunjukkan kesadaran pemerintah sudah terbangun sampai ke level bawah.
Pemerintah saat ini mendorong pelaksanaan GPM hingga tataran pemerintah desa dan kelurahan. Dalam hal ini pemerintah desa dengan dana desanya perlu menyalurkan anggaran khusus untuk ketahanan pangan secara lebih efektif.
“Kita berharap bahwa Sulsel ini punya desa percontohan ketahanan pangan. Jadi harapan kita enggak perlu lagi kita jauh-jauh studi banding ke tempat lain kalau perlu orang luar yang masuk ke kita,” tukas Arsjad.
Terpisah, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis mengharapkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di Kota Makassar mampu mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga kebutuhan pokok.
“Kami Pemkot Makassar turut berpartisipasi menghadirkan Gelar Pangan Murah yang kami tempatkan di Kecamatan Tamalate,” kata Arwin saat menghadiri GPM Serentak Dalam Rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan sebagai Upaya Pengendalian Inflasi dan Rangkaian Hari Jadi Sulsel ke-355, di BTN Tabaria, Selasa, 15 Oktober 2024.
Arwin menyebut kegiatan hari ini dilakukan secara terintegrasi dengan 24 Kabupaten kota yang mana Pemprov Sulsel menginisiasi pagelaran pangan murah dalam rangka HUT Sulsel ke 355 sekaligus dirangkaikan Hari Pangan Sedunia.
“Kita harap ini juga merespon kebutuhan masyarakat. Apalagi harga bahan pokok saat ini kadang tidak stabil di pasar sehingga dengan intervensi ini diharapkan mampu menstabilkan harga,” kata Arwin.
Dia mengaku sudah menginstruksikan Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Perdagangan, Kadis Koperasi untuk membangun kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Agar melibatkan seluruh BUMN, lembaga pemerintah, dan pelaku usaha pangan lainnya. Hal itu diharapkan mereka ikut ambil bagian dalam menghadirkan bahan pokok yang terjangkau dengan harga yang ditawarkan sesuai dengan distributor.”Itu yang kami dorong agar tidak bergantung APBD,” ucapnya.
Saat ini posisi inflasi Makassar di bulan September lalu berada pada angka 1,54 persen. Angka itu turun dibanding Agustus yakni 1,64 persen.Dengan begitu Pemkot Makassar menjadi yang terendah dari rata-rata nasional dan provinsi.(rhm)
