PAREPARE, BKM–Politisi Partai Golkar selaku calon wali kota Parepare Erna Rasyid Taufan tatap muka dengan warga di Anjungan Cempae Kecamatan Soreang, Rabu (16/10).
Sebelumnya Erna yang maju bersama Rahmat Sjamsu Alam (Erat Bersalam) mendapat dukugnan dari masyarakat Lompoe.
Ada warga yang ingin melakukan puasa nazar jika Paslon nomor urut empat ini, menang di Pilwali Parepare.
“Selain saya, ada beberapa warga yang akan berpuasa jika Ibu Erna Rasyid Taufan dan Pak Rahmat Sjamsu Alam menjadi wali kota dan wakil wali kota Parepare,” ujar Aisyah Tutu saat Erat Bersalam melakukan blusukan di Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki.
Bahkan, Aisyah mengakui kerap melakukan nazar puasa saat Taufan Pawe (TP) menang. “Sudah dua kali saya nazar puasa karena pak Taufan Pawe menang. Begitu juga, jika Ibu Erna menang dan menjadi wali kota, saya kembali bernazar puasa,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca saat dipeluk oleh Erna Rasyid di halaman rumahnya.
Perempuan lansia ini mengaku merasakan perubahan yang luar biasa selama TP menjabat wali kota selama 10 tahun .”Jangan sampai Parepare mundur lagi, dan dipimpin orang yang tidak tepat,” ujarnya.
Mendengar hal tersebut, Erat mengaku semakin bersemangat untuk mengabdikan diri melanjutkan pengabdian suaminya, TP.
“Memang di banyak tempat yang saya datangi selalu ada yang bernazar puasa. Ini menandakan kecintaan mereka, menandakan bahwa masyarakat Parepare cerdas di tingkatan manapun,” kata Ketua Partai Golkar Parepare ini.
“Banyak pujian terkait keberhasilan pembangunan pak Taufan Pawe yang luar biasa dan Erat-Bersalam akan meneruskan pembangunan yang lebih baik ,” tandas Erat yang berjalan kaki menyusuri rumah warga di Lompoe.
Selain itu, juga menyempatkan berdiskusi dengan warga untuk menyampaikan apa yang nantinya menjadi program kerja jika diberikan amanah.
Sementara itu, Paslon Tasming Hamid-Hermanto, tatap muka dengan warga di Wekke’e, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki.
Pada tatap muka itu, warga menyambut dengan yel-yel semangat menuju kemenangan, menunjukkan dukungan besar kepada paslon nomor urut tiga ini.
Kehadiran mereka bukan hanya sekadar kampanye, tetapi lebih sebagai momen mendengarkan aspirasi dan keresahan warga yang selama ini jarang tersampaikan.
Salah satu warga, Ibu Hapiah, dengan penuh harap menyampaikan keluhannya tentang bantuan pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran dan semakin berkurang jumlahnya. “Soal bantuan PKH, Pak. Tidak tepat sasaran dan semakin berkurang jumlahnya. Dari 1 juta jadi 700 ribu. Kami warga tidak tahu harus mengadu ke mana,”ujar Hapiah dengan nada penuh kesedihan.
Dia berharap, jika terpilih, Tasming-Hermanto dapat memberikan solusi atas permasalahan ini.
Aspirasi lain disampaikan St. Fatimah yang berharap Tasming-Hermanto mampu memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan para lansia dan menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak muda yang baru lulus kuliah.
“Kami harap Pak Tasming-Hermanto kelak terpilih lebih memperhatikan para lansia dan menciptakan lapangan kerja bagi anak muda,” harapnya. (mup/rif/c).

