Site icon Berita Kota Makassar

Mengapa Pemimpin Aspiratif Kunci Kemajuan Pemerintahan Daerah?

DARI pilkada yang akan dilaksanakan tahun ini, kita berharap agar pemimpin yang terpilih memiliki karakteristik yang aspiratif. Pemimpin yang memiliki cita-cita tinggi dan menjunjung tinggi moralitas dan integritas.

Pemimpin aspiratif memiliki beberapa karakteristik, diantaranya yakni menghargai hubungan, menjadi contoh karakter dan integritas yang baik, menempatkan kepercayaan sebagai pusat pengambilan keputusan dan tindakan. Pemimpin yang memiliki karakteristik aspiratif juga akan senantiasa berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam pengembangan pemerintahan daerah.

Sosok kepala daerah yang aspiratif akan memberikan kesempatan bagi kreativitas dan inovasi pada setiap ide yang dicanangkan dari berbagai sektor. Pemimpin dengan sikap aspiratif merupakan bagian penting dari elemen pemerintahan, guna bekerja bersama-sama dalam mewujudkan visi misi untuk kemajuan dan perkembangan daerah.
Kepemimpinan seperti ini jauh lebih mendalam dan holistik yang akan selalu berupaya meningkatkan setiap individu dalam skala yang luas. Dalam konteks pemerintahan maka kepemimpinan aspiratif juga akan mengembangkan setiap jajarannya untuk mengeluarkan ide dan gagasan yang terbaik.

Hal ini tidak hanya akan meningkatkan keterampilan di bidang yang dibutuhkan untuk peran mereka, tetapi juga menciptakan masa depan dan jalur bagi mereka yang memiliki ide dan gagasan, sehingga akan mempercepat kemajuan tiap daerah lantaran pemerintahan yang kaya akan ide-ide yang kreatif.
Kepemimpinan bukan tentang mengeluarkan perintah dan mempertahankan hierarki, tetapi lebih tentang menjalankan apa yang dikatakan dalam tim, dan memahami masalah dan titik-titik tekanan apa yang memengaruhi kemajuan sehingga sikap aspiratif . Sangat penting dalam elemen kepemimpinan yang akan bersikap solutif pada setiap objek permasalahan.

Sosok pemimpin aspiratif juga akan senantiasa mengutamakan aspirasi masyarakat dalam pembentukan maupun penetapan kebijakan yang akan dilakukan. Sebab bagi sosok yang aspiratif maka masyarakat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi dalam hierarki demokrasi.
Pemimpin aspiratif akan selalu melihat dan mendengar keluhan rakyat, bukan malah sebaliknya, rakyat diharapkan mendengar dan melihat keinginan-keinginan subjektifnya. Dengan menjadi aspiratif berarti pemimpin itu melibatkan rakyatnya untuk berpartisipasi, yang juga berarti tidak menjadikan rakyat sebagai komoditas kepemimpinannya. Diperah dan ditakut-takuti.

Sebagai representase dari masyarakat maka kepemimpinan tingkat daerah harus menyertakan aspirasi rakyat. Tanpa melibatkan arpirasi rakyat, berarti kepemimpinan itu sudah tidak lagi berhak menjadi perwalian rakyat. Kepemimpinan yang demikian itu sudah termasuk kepemimpinan egoistik. Oleh karena itu seorang pemimpin yang baik selalu berusaha mendapatkan umpan balik dari rakyatnya. (yus)

Exit mobile version