MAKASSAR, BKM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan mencatat, terdapat sebanyak 91 kecamatan yang memiliki titik tanpa akses internet atau blank spot. Titik tersebut tersebar di 22 kabupaten/kota yang ada di Sulsel.
Dari data yang dihimpun, Kabupaten Toraja Utara menjadi wilayah dengan titik blank spot terbanyak. Titik blank spot tersebut berada di 14 kecamatan. Disusul Kabupaten Selayar dengan 10 kecamatan yang juga punya titik blank spot.
Koordinator Divisi Data dan Informasi KPU Sulsel Romy Harminto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak provider, seperti Indosat dan Telkomsel untuk membackup lokasi-lokasi blank spot pada saat gelaran pilkada serentak 27 November mendatang.
“Alhamdulillah, kami sudah dipertemukan dengan Indosat dan Telkomsel. Dari pertemuan itu kami bersyukur karena sudah ada komitmen bersama teman-teman provider untuk membantu kami di wilayah-wilayah yang blank spot,” ujar Romy, Rabu (16/10).
Selain meminta bantuan kepada pihak provider, KPU Sulsel juga mengharapan pihak PLN membantu untuk mewaspadai wilayah-wilayah yang rawan terjadi pemadaman listrik. Romy berharap pihak PLN dapat memberikan bantuan berupa genset di setiap Kantor KPU di daerah.
“Ada beberapa wilayah yang telah kami sampaikan datanya untuk bisa membantu kami pada hari H. Demikian juga dari PLN, mereka sudah berjanji kepada kami bahwa setiap KPU di provinsi Sulsel akan dibantu dengan genset untuk mengantisipasi mati lampu,” jelasnya.
“Jadi kami menunggu aksi dari teman-teman provider. mudah-mudahan dengan pertemuan kemarin bisa terwujud bahwa kita meminimalisir wilayah-wilayah yang blank spot di Sulsel sehingga Sirekap Sulsel bisa 100 persen,” tambah mantan komisioner KPU Makassar ini.
Romy Harminto sebagai Kordiv Datin yang menangani Sistem Informasi dan Rekapitulasi (Sirekap) pada pilkada serentak kali ini, mengatakan bahwa Sirekap tidak dapat dijalankan dengan optimal apabila masih banyak terdapat titik blank spot di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Sirekap tidak bisa 100 persen kalau belum ada backup dari teman-teman Indosat maupun Telkomsel,” tandasnya.
Sebelumnya, PT PLN Sulawesi Selatan, Tenggara, Barat (Sulselrabar) memastikan ketersediaan pasokan listrik pada saat pilkada serentak 2024 berlangsung. Hal itu diungkap oleh Senior Manager Distribusi PLN UID Sulselrabar Ansats Pram Andreas Simamora.
Dia mengatakan, kesiapan pembangkit listrik di PLN saat ini sudah terkondisikan dengan baik, bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Mengapa saya bilang seperti itu, karena tahun sebelumnya itu sudah mulai ada pemadaman, tapi Alhamdulillah September kemarin kita tanpa ada pemadaman dan bulan Oktober ini juga kita akan berupaya. Begitu juga pada bulan November-Desember kita akan menjaga kesiapan sistem kita,” ujar Ansats, beberapa waktu lalu. (jun)
