Site icon Berita Kota Makassar

Pertamina Tambah Pasokan 16.800 Tabung Gas Melon

MAKASSAR, BKM — Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis bersama Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Eka Prasetya melakukan inspeksi ke pangkalan elpiji di kawasan SPBU Ratulangi milik PT Cahaya Surya Setia, Jumat (18/10).

Inspeksi dilakukan untuk melihat seperti apa stok elpiji yang akan disalurkan, menyusul beredar informasi kelangkaan bahan bakar tersebut di tengah masyarakat. Dari hasil pantauan, penyaluran elpiji melon di pangkalan tersebut relatif stabil.

Ahmad Fadil Mufli, Marketing Pangkalan PT Cahaya Surya Setia menerangkan kuota yang diberikan Pertamina sekitar 50-an tabung sehari. “Tabung melon yang masuk tidak menentu. Jatah yang diberikan sekitar 50 tabung. Namun kadang juga hanya 30 tabung. Kadang dikasih 60 tabung,” ungkapnya.

Dia mengatakan, penjualan elpiji melon di pangkalannya cukup laris manis. Kadang tidak sampai satu jam setelah didistribusikan, langsung habis.
Ahmad menekankan, sejauh ini, pihaknya menjual elpiji melon sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. “Kita layani yang terdaftar KTP-nya. Langsung ada di sistem. Untuk satu rumah tangga maksimal pembelian satu tabung per hari. Sementara usaha mikro maksimal dua tabung,” ungkapnya.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina (Persero) Rainier Axel Gultom menerangkan, kuota harian elpiji melon yang disalurkan di Makassar sebanyak 62.500 tabung. Namun, menyikapi informasi terkait kelangkaan gas elpiji di masyarakat, kemarin Pertamina menambah pasokan 27 persen atau sebanyak 16.800 tabung.
“Jadi, demi menjaga kondusivitas dan ketersediaan stok yang mencukup untuk masyarakat, Pertamina menambah kuota untuk area Makassar 27 persen atau sebanyak 16.800 tabung,” ungkap Rainier.
Pjs Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis mengatakan, kondisi penyaluran elpiji, sesuai pemantauan di lapangan cukup stabil. Masyarakat tidak perlu resah, apalagi panic buying sehingga memborong elpiji melon di luar ketentuan.

Dia meminta masyarakat membeli gas elpiji di pangkalan karena sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dan stok terjamin. “Diupayakan untuk membeli di pangkalan karena sesuai HET. Kalau beli eceran, kan selama ini tidak lagi menyetok karena adanya aturan pembelian elpiji. Selain itu, harganya juga memang lebih tinggi dibanding HET,” ungkap Arwin.

Dia mengatakan, Pertamina sudah memastikan tidak ada kelangkaan dari sisi pasokan. Hanya saja, ada panic buying sehingga permintaan masyarakat meningkat. Dia pun mengapresiasi upaya Pertamina untuk menambah kuota harian sebesar 27 persen sehingga dipastikan stok aman.
Arwin juga mengimbau kepada seluruh warga yang tidak berhak untuk menikmati elpiji subsidi agar bright gas baik yang 5 kg maupun 12 kg. (rhm)

Exit mobile version