DIDIKAN dan bimbingan yang baik dari orang tua kepada anak tentu akan menghasilkan hal yang baik pula. Seperti itulah yang diperoleh Qorira Azqiara Sulaeman.
DI usianya yang masih sangat belia, yakni enam tahun, ia mampu menorehkan prestasi membanggakan. Qorira –sapaan akrabnya– berhasil mewakili Sulawesi Selatan pada ajang Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) tingkat nasional pada cabang tartil Qur’an. Pelaksanaannya akan berlangsung di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat pada 24-27 Oktober mendatang.
Bersama ibunya Hj Nurlaily Musalim, Qorita hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Jumat (18/10). Mereka baru tiba dari Kabupaten Pinrang, kampung halamannya dan hendak menuju Bekasi.
Walau masih sangat muda, Qorira tidak bisa diremehkan. Sebab ia sudah membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi perwakilan Sulsel di tingkat nasional. Dia juga mempraktikkan kemampuannya dalam bidang tartil Qur’an di sela-sela wawancara.
Pencapaian yang diraih Qorira saat ini tentu tidak semuda membalik telapak tangan. Sebelum bisa melangkah ke ajang nasional, ia harus memulai perjuangannya dari lomba antarkecamatan, kabupaten, provinsi hingga akhirnya lolos untuk mewakili Sulsel.
Ditanya alasannya mengapa tertarik untuk mengikuti lomba, Qorira mengaku bahwa ia mulai menyukai membaca Al-Qur’an lantaran sering melihat kakak dan ibunya mengaji.
“Jadi awalnya lihat ummi sama kakak,” kata Qorira.
Menurut penuturan Hj Nurlaily, ibunda Qorira, anak bungsunya ini mulai mengenal huruf hijaiyah sejak berumur tiga tahun. Ia pun menerapkan metode pembelajaran mengenal huruf hijaiyah dengan cara menempelkan poster di dinding rumahnya.
“Awal dia belajar mengaji itu dari usia tiga tahun lebih. Semenjak mengenal sesuatu dia itu sudah mulai belajar, tapi belajarnya tidak dengan yang serius. Jadi cara saya mengajarkan itu menempel poster huruf hijaiyah di dinding. Jadi biasanya sambil berlari atau main, dia bertanya lagi ini huruf apa. Nah, akhirnya dengan sendirinya dia mengenal huruf itu dan perlahan-lahan mulai menyambung sampai kemudian dengan tahap seperti sekarang,” ungkap Hj Nurlaily yang juga seorang qoriah dan juara MTQ.
Ibunda
Qorira telah melakukan berbagai persiapan untuk lomba anaknya. Salah satunya menjaga pola makan dan minum agar suara Qorira bisa terjaga.
“Persiapannya tentu menjaga kondisi kesehatan, makan dan minum. Karena semua itu akan berpengaruh ke suara. Juga pelatihannya itu setiap hari,” tandasnya. (jar)
