MAKASSAR, BKM — Sejumlah tokoh nasional asal Sulawesi Selatan dan mantan kepala daerah menghadiri Rapat Paripurna Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-355 Sulawesi Selatan di Ruang Paripurna DPRD Sulsel, Sabtu (19/10). Mereka diantaranya Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 HM Jusuf Kalla (JK), Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, serta mantan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.
Turut hadir para mantan bupati, wali kota, dan mantan ketua DPRD Sulsel.
Rapat paripurna dipimpin Ketua Sementara DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi dan Wakil Ketua Sementara Rahman Pina, didampingi Penjabat Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh. Selain itu, Sekretaris Provinsi Sulsel Jufri Rahman, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Sulsel, anggota DPRD, dan pejabat OPD Pemprov Sulsel juga turut memeriahkan acara tersebut.
Kehadiran Jusuf Kalla memberikan kesan khusus pada acara ini, menjadikan peringatan HUT ke-355 Sulsel sebagai momentum penting untuk masa depan daerah ini.
Ketua Sementara DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, menyatakan bahwa perjalanan 355 tahun adalah waktu yang panjang dengan berbagai catatan sejarah penting bagi masyarakat dan pemerintah di Sulsel. Menurutnya, peringatan HUT kali ini istimewa karena Sulsel telah melewati tahapan penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia, yaitu pemilu 2024.
Menurutnya, pemilu presiden dan pemilihan legislatif pada 14 Februari 2024 serta pemilihan anggota legislatif tingkat provinsi yang menghasilkan wakil rakyat periode 2024-2029, yang dilantik pada 24 September 2024, menjadi bahan refleksi bagi pembangunan Sulsel.
Ia juga menekankan pentingnya netralitas ASN, TNI, Polri, dan penyelenggara pemilu demi terwujudnya pilkada yang damai dan demokratis. Sulsel akan kembali melaksanakan pemilihan kepala daerah pada 27 November 2024, yang saat ini telah memasuki tahap kampanye.
“Siapa pun yang nanti terpilih, harus diterima dengan lapang dada, karena itu adalah pilihan rakyat,” ujar Andi Rachmatika Dewi.
Peringatan HUT diwarnai penyerahan hak pengelolaan aset negara kepada beberapa kabupaten/kota di Sulsel, serta penyampaian sejarah singkat Sulsel oleh Sekprov Jufri Rahman.
Dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Sulsel dengan BPN Sulsel, penyerahan penghargaan kepala daerah, penghargaan OPD lingkup Pemprov Sulsel, penyerahan beasiswa kepada ASN berprestasi, penyerahan bonus kepada juara MTQ Nasional, penghargaan desa dan kelurahan, serta bonus kepada atlet Sulsel.
“Sebuah kebanggaan bagi kita semua karena HUT Sulsel ini dihadiri langsung Bapak HM Jusuf Kalla yang merupakan orang tua kita semua. Terima kasih atas kehadirannya,” tutur Prof Zudan dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Zudan menyampaikan sejumlah pencapaian yang berhasil diraih Pemprov Sulsel. Pertumbuhan ekonomi Sulsel saat ini di angka 4,98 persen dan merupakan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa bagus untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Sulsel 4,98 persen. Ini tandanya pertumbuhan ekonomi masih normal dan secara nasional Sulawesi Selatan masih di urutan ke 10 secara nasional. Inflasi nasional secara nasional dilakukan cek setiap bulan, kita bisa mengendalikan inflasi secara baik dibawah nasional,” kata Prof Zudan.
Menurut Prof Zudan, pertumbuhan ekonomi ini merupakan kerja-kerja Gubernur Sulsel 2019-2021 HM Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel 2021-2023 Andi Sudirman Sulaiman, dan Pj Gubernur Sulsel 2023 Bahtiar Baharuddin, yang sudah meletakkan fondasi ekonomi yang bagus untuk Sulsel.
“Ekonomi tumbuh bagus, berkat kebijakan sejak Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. Terima kasih kepada gubernur sebelumnya yang sudah menyiapkan ini semua,” ucap Prof Zudan.
Selain itu, Prof Zudan berharap ASN Pemprov Sulsel memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang luar biasa dan diharapkan memiliki jiwa entrepreneur yang bagus untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Sulsel.
“SDM harus kita perhatikan karena kita menuju Indonesia Emas sisa 20 tahun lagi. Masyarakat harus memiliki pendapatan lebih tinggi dari saat ini. Mari kita membangun investasi yang ramah, kita harus belajar dari provinsi tetangga yang memiliki investasi lebih banyak dari kita,” ajak Prof Zudan. (jun)
