Site icon Berita Kota Makassar

DIA Optimis Raih 70 Persen Suara di Makassar

MAKASSAR, BKM — Calon gubernur Sulsel Mohammad Ramdhan Pomanto menggelar kampanye dialogis dengan warga Makassar. Danny menyasar warga yang ada di lokasi Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard, Minggu pagi (20/10).

“Baru kali ini saya kampenye di Makassar. Saya kira suara di Makassar cukup besar dan tidak akan saya sia-siakan untuk meyakinkan masyarakat Makassar bahwa saya adalah wakil selatan untuk bertarung di pilgub Sulsel,” ungkap Danny.

Makassar diyakini Danny sebagai salah satu basis yang berpotensi untuk mendulang suara. Tidak main-main, lelaki yang berpasangan dengan Azhar Arsyad di pilgub Sulsel ini, optimistis mampu meraih 70 persen perolehan suara di Makassar.

“Kalau saya, tentunya kita punya kantong suara di sini, saya kira 70 persen. Insyaallah mudah-mudahan,” jelas Danny.
Tak sekadar menyapa pengunjung, di CFD Danny Pomanto bersama tim juga menikmati permainan tradisional asing-asing. Permainan yang melatih ketangkasan otak dan tubuh.
“Permainan tradisional seperti inilah yang harus dikembalikan, karena ini yang membuat anak-anak kita dulu cerdas. Ada adu ketangkasan otot dan otak di dalamnya,” ujarnya.
Danny Pomanto bahkan nyanyi bareng di stand Lembaga Makassar Musician Community 90s. Ia bersama masyarakat menyanyikan lagi ‘Pergi Pagi Pulang Pagi’ yang dipopulerkan Armada. “Selamatkan Sulsel, Selamatkan musik kita,” ucap Danny Pomanto.

Dukungan Forum Toraya Bersatu

Dukungan untuk pasangan DIA datang dari Forum Toraya Bersatu. Seluruh rakyat Toraja lewat Forum Toraya Bersatu menambah kekuatan untuk pasangan bertanding Save Sulsel itu lewat deklarasi dukungan.
Mereka datang langsung ke kediaman cagub Danny Pomanto, Jalan Amirullah, Sabtu malam (19/10). Ketua Forum Toraya Bersatu Irjen Pol Purn Mathius Salempang mengaku bersyukur Forum Toraya Bersatu bisa berkumpul dengan cagub Danny Pomanto.

Dia memastikan tokoh masyarakat yang hadir memberikan dukungan sepenuhnya ke Danny-Azhar. “Semua yang hadir disini, betul-betul mendukung DIA di Pilgub Sulsel,” tandasnya.
Mantan Kapolda Sulsel itu mengungkapkan empat poin dalam sosok Moh Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto. Kata dia, Wali Kota Makassar dua periode itu tahu betul eksistensi masyarakat Toraja.
“Pak Danny tahu persis eksistensi warga Toraja dari segi kekurangan dan kelebihannya. Nah, kelebihan ini tidak dimanfaatkan betul oleh penguasa saat ini,” ungkapnya.

Kedua, pandangan Irjen Pol Purn Mathius itu menyampaikan Danny Pomanto menempatkan diri sebagai sahabat orang Toraja. Diksi sahabat, kata dia, bisa pada status teman, rekan hingga keluarga.
“Tapi sahabat itu sendiri memiliki arti lebih tinggi dari persamaan kata tadi. Sehingga, poinnya ini aku dalam hal ini warga Toraja dan engkau dalam arti Sulsel. Perlu ada kesetaraan,” tukasnya.
Lebih jauh, jenderal bintang dua itu menjelaskan, Sulsel ini dahulu dihuni empat etnis suku. Yakni, Toraja, Mandar, Bugis dan Makassar. Namun, berjalannya waktu sekarang tersisa tiga sahabat. “Tapi itu hanya soal administrasi, tetap Mandar sebagai sahabat kita. Jadi, yang ingin saya tekankan, ada kesetaraan yang kita harapkan,” tegasnya.

Mathius memastikan, Toraja adalah bagian dari Provinsi Sulsel. Bahkan, sejak zaman kemerdekaan orang Toraja selalu ada hingga saat ini. Olehnya itu, ada harapan besar agar cagub Danny Pomanto pahami.
“Kami adalah bagian Sulsel dan Indonesia. Makanya, kalau ada dinamika politik di kemudian hari, jangan suruh kami pergi dari NKRI,” imbuhnya. (rhm)

Exit mobile version