SOPPENG, BKM — Masyarakat Datae Dusun Mattirobulu Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng hingga kini masih menjunjung tinggi warisan leluhur dengan tetap mempertahankan budaya gotong royong. Warga Datae di desanya terus memelihara budaya gotong royong.
Mereka tak terpengaruh era modern yang serba cepat dan individualistis hingga tradisi yang mengedepankan kebersamaan dan semangat kolektif dibiarkan terkikis dan menghilang. Padahal, gotong royong memegang peranan krusial dalam menjaga harmoni dan kemajuan masyarakat.
Budaya Gotong royong merupakan warisan leluhur Indonesia dan kini mulai terkikis seiring dengan perubahan zaman. Hal itu dibuktikan pada Minggu (20/10 ) kemarin. Masyarakat Datae berjibaku memperbaiki jembatan penghubung Datae sebagai ibu kota kecamatan.
Salah satu warga Datae Tiar mengatakan beberapa tahun yang lalu jembatan Datae hanyut usai diterjang banjir deras sehingga masyarakat berinisiatif membangun jembatan meski hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja. Padahal sebelumnya jembatan bisa dilalui roda empat, mobil dan jembatan itu juga merupakan hasil swadaya masyarakat.
Ditambahkan Tiar, masyarakat Datae membangun jembatan dengan alat dan bahan seadanya saja dengan harapan sambil menunggu niat baik pemerintah untuk membangunkan jembatan. Namun tidak ada tanda-tanda jembatan ini dibangun oleh pemerintah sehingga dengan terpaksa masyarakat memperbaikinya kembali apa lagi tidak lama lagi musim penghujan.

”Kami tetap berharap pemerintah dapat membangunkan jembatan karena jika musim hujan tiba dan banjir maka sangat sulit untuk mengakses hasil bumi ke pasaran karena terhalang banjir,” jelas Tiar.
Sementara itu Sekdes Bulue Ukas yang dihubungi BKM mengatakan pembangunan jembatan memakai alokasi dana desa (ADD). Aturannya tidak bisa karena menurutnya minimal enam meter, panjang jembatan yang bisa didanai oleh ADD sementara jembatan tersebut panjangnya 12 meter jadi tidak bisa menggunakan ADD
”Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi pak desa,” jelas Sekdes Ukas.
Terpisah Kepala Desa Bulue Abdul Majid yang dihubungi lewat pesan WhatsApp hanya mengatakan hari ini (kemarin-red) masyarakat bergotong royong dan mengirim beberapa foto masyarakat pada saat bergotong royong membangun jembatan. (ono/C)

