Site icon Berita Kota Makassar

Membangun Pemimpin Masa Depan: Pentingnya Kepemimpinan Adaptif dalam Pilkada

KONTESTASI pilkada merupakan momentum demokrasi dalam memilih seorang pemimpin daerah, di mana setiap daerah memiliki karakteristik masyarakat yang beragam. ajang pilkada tentunya menjadi harapan masyarakat agar mereka yang terpilih memiliki kepemimpinan yang adaptif dalam menghadapi relevansi zaman.

Secara spesifik kemimpinan yang adaptif adalah kemampuan seorang pemimpin yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan keadaan baru, serta menghadapi berbagai tantangan dengan cepat dan cerdas. Kepemimpinan adaptif dapat membantu individu dan organisasi untuk berkembang dan beradaptasi dalam menghadapi tantangan.
Memasuki era digitalisasi, perubahan selalu membentuk pandangan baru yang akan memengaruhi berbagai peristiwa yang sedang berjalan. Bila pemimpin tidak menyiapkan kepribadiannya untuk menjawab pandangan baru tersebut, maka dia akan menghadapi kesulitan untuk mejalani perubahan itu.

Kemampuan menata kepribadian pemimpin dalam sebuah perubahan, akan membantu organisasi untuk menangani berbagai tantangan yang kompleks. Sedangkan pemimpin yang adaptif akan mampu dalam menghadapi tantangan zaman yang sangat kompleks.

Pemimpin yang adaptif akan memiliki ide-ide kreatif dalam menghadapi isu-isu strategis, seperti isu ekonomi, sosial dan pengembangan pelayanan publik dan perekonomian. Pemimpin setingkat kepala daerah yang memiliki sifat adaptif akan memberikan inovasi berbasis digital dalam mendorong pertumbuhan perekonomian, seperti UMKM yang saat ini tengah menjadi bisnis yang banyak digeluti oleh Gen-Z.

Dalam konteks sosial, pemimpin adaptif akan memberi. Mereka akan selalu berpikir terbuka dengan menjadikan masyarakat sebagai prioritas interaksi guna mengetahui setiap aspirasi yang ada. Sedangkan dalam pelayanan publik, pemimpin adaptif akan menghadirkan reformasi birokrasi yang efektif dan efisien dalam penerapannya, sehingga akses terhadap pelayanan publik tidak akan berbelit-belit.
Tantangan dalam pilkada kali ini adalah bagaimana visi misi setiap paslon dalam membangun kaum muda dengan kemimpinan yang dihadapkan pada generasi milenial dan Z, yang mempunyai sifat berbeda dengan generasi sebelumnya tersebut. Tentu dibutuhkan gaya kepemimpinan dan manajemen yang berbeda pula untuk mengoptimalkan peran generasi tersebut.

Gaya kepemimpinan yang sangat cocok dengan kaum milenial dan Z diantaranya adalah gaya kepemimpinan adaptif, gaya kepemimpinan suportif, dan gaya kepemimpinan apresiatif. Gaya kepemimpinan adaptif adalah model kepemimpinan yang dapat menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan situasi. Gaya kepemimpinan ini tidak kaku dan luwes serta tidak pragmati.
Pemimpin sekelas kepala daerah harus mampu memformulasikan prinsip-prinsip adaptasi dari hasil pembelajarannya bersama intuisi kepemimpinannya, untuk menciptakan sebuah tata kelola baru yang efektif dan produktif. Perubahan mengharuskan pemimpin untuk mendengarkan dengan seksama, membuat tindakan melalui kemampuan beradaptasi terhadap realitas, dan tidak membiasakan diri untuk menghindarkan fakta yang harus dihadapi.

Perubahan memiliki sifat untuk memberi waktu yang terbatas dan informasi yang terbatas. Oleh karena itu, pemimpin tidak boleh ragu dan menjadi tidak berani bertindak. Pemimpin harus bergerak cepat untuk membuat keputusan dalam waktu yang terbatas itu, serta menyelesaikan sebuah rencana tindakan dengan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, untuk mengatasi risiko yang tidak diinginkan dari proses perubahan tersebut. (yus)

Exit mobile version