MAKASSAR, BKM–Sejumlah pemuda di kota Makassar mengeluhkan jika kondisi pemuda saat ini kurang mendapatkan perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar.Ada beberapa tuntutan pemuda yakni kesejahteraan dan lapangan pekerjaan.
Aduan pemuda tersebut dibenarkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Irwan Djafar.Ia mengatakan banyak pemuda di kota ini mengeluhkan kurang diarahkan untuk diberdayakan dan mendapatkan lapangan pekerjaan.Bahkan anggaran untuk pemberdayaan pemuda juga tidak maksimal.
“Kita mendapat banyak sekali laporan, dan hampir semua keluhannya sama. Mereka tidak mendapatkan perhatian dalam hal pemberdayaan, sulit mendapat lapangan kerja dan wadah berkreativitas.Padahal anggaran yang diberikan juga cukup basar,” ungkapnya, kemarin.
Untuk itu, Legislator Fraksi NasDem Makassar ini mendorong anggaran Pemerintah Kota Makassar terkait pemberdayaan pemuda dan masyarakat bisa lebih dimaksimalkan lagi.
“Kenapa kita tidak sama sekali memfasilitasi dan buka peluang. Pemkot kan ada program pemberdayaan masyarakat, lantas kenapa orang dari luar berbondong-bondong diterima kerja disini, sedangkan banyak masyarakat kita yang nganggur,” katanya.
M Yahya
Hal senada disampaikan, anggota DPRD Makassar, M Yahya.Ia meminta pemerintah kota memperhatikan kesejahteraan warga. Apalagi, banyak pemuda di kota ini yang hidup menjadi pengangguran.Perlu program yang lebih menjamin terbukanya lapangan pekerjaan agar prospeknya menjadi lebih baik dan program sesuai dengan perencanaan.
“Di wilayah ku dominan banyak kawasan gudang, tapi pekerjanya rata-rata orang luar, ini masyarakat disitu apalagi pemudanya tidak diambil untuk dipekerjakan. Nah mayoritas keluhan masyarakat soal kesejahteraan, ini yang saya minta ditindaklanjuti pemerintah. Apalagi, saya juga tinggal di daerah situ yang hampir saya kunjungi warga mengeluhkan itu tiap tahun,” bebernya.
Tidak hanya itu, legislator dari pemilihan (Dapil) III Kota Makassar, meliputi Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya ini menyampaikan konstituen juga banyak mengadu soal kesejahteraan sosial. Misalnya, BPJS dan hal-hal yang membuat mereka resah, tidak sedikit warga prasejahtera justru tidak mendapat bantuan.
“Tentu saya sebagai perwakilan warga di DPRD meminta Pemkot Makassar tuntaskan persoalan ini. Karena itu wajib saya perjuangkan.Insyaallah saya akan menyampaikan kepada OPD terkait bahwa ini masalah masyarakat di bawah, tolong ditindaklanjuti aspirasi mereka,” tuturnya.
Sementara itu, Muhammad Abil salah seorang pemuda yang berdomisili di Jalan Tamalate II, kota Makassar ini mengatakan, sampai saat ini tidak ada kegiatan berarti yang dilakukan pemerintah kota untuk memberdayakan pemuda.Bahkan rata-rata pemuda di wilayahnya belum mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.Olehnya itu, Abil meminta kedepannya pemkot melakukan sentuhan ke pemuda agar pemuda merasa lebih diperhatikan.(ita)
