MAKASSAR, BKM — Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Prof Dr Firdaus Muhammad menilai debat pilwali Makassar yang dilaksanakan di Hotel Dalton, Sabtu (26/10), cukup baik dan semarak, meski ada riak-riak pendukung yang gaduh tapi terkendali. Setiap paslon berhasil mengelaborasi jawaban atas pertanyaan panelis sesuai durasi tersedia.
”Penampilan Ilham (Fauzi) menjadi perhatian. Sebagai anak milenial dan pendatang baru, ternyata ia menguasai panggung. Pasangan nomor empat juga cukup baik sehingga kemampuan semua pasangan merata, tampak baik dan edukatif dengan support semua tim yang solid. Tim panelis juga cukup berbobot dalam mengajukan pertanyaan. Termasuk pendalaman visi misi,” jelas Firdaus Muhammad, Minggu (27/10).
Apresiasi yang sama datang dari akademisi Unhas Dr Hasrullah. “Saya sangat tak mengenali sama sekali anak muda itu dalam debat terbuka. Tapi secara kedalaman materi milenial dan komunikasi politik yang disampaikannya sangat berkualitas,” ujar Hasrullah.
Menurutnya, dari gaya Ilham menyampaikan program, lalu menjawab pertanyaan lawan debatnya soal program gratis, anak milenial ini mampu menjawab dengan regulasi. ”Artinya, dia punya kemampuan di situ sebagai calon wakil kepala daerah,” tambah Hasrullah.
Dijelaskannya, kualitas Ilham dalam berkomunikasi pada debat terbuka itu bakal menarik kelompok usianya, yaitu milenial dan Gen Z. “Kualitas yang ditampilkan Ilham Ari Fauzi kalau dibranding sedemikian rupa oleh timnya di media sosial, sudah barang tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi anak anak milenial dan Gen Z yang hari ini di genggaman tangannya terdapat gadget sudah barang tentu mengakses media sosial,” jelas dosen Ilmu Komunikasi Politik itu.
Sementara pengamat politik dari Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus, menilai bila masing-masing pasangan calon punya keunggulan. Hal itu sebenarnya positif bagi pemilih Makassar, karena jika melihat dari jawaban dan cara mereka menyampaikan, nyaris berimbang.
“Kesemuanya punya kemampuan dalam mengeksplorasi keinginan dan rencana mereka untuk Makassar. Saya tak melihat ada yang lebih unggul dari rivalnya,”ujar Nurmal Idrus, kemarin.
Nurmal Idrus yang pernah menjabat ketua KPU Makassar, mengemukakan kalau terkait pengalaman tentu Appi yang paling berpengalaman. Dia terlihat sangat santai dan tak kesulitan melewati sesi debat itu. Sementara untuk Ilham Ari, secara retorika memang terlihat sangat menguasai masalah.
“Seto juga berpengalaman. Dia punya pengalaman memimpin di Sinjai. Secara umum dia juga tampil baik. Amri mungkin yang paling tidak berpengalaman. Namun tertutupi oleh kemampuan Rahman Bando yang bagus,” terangnya.
Solusi Masalah dari Aman
Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Amri Arsyid-Rahman Bando (Aman) tampil maksimal pada debat pertama di pilwali Makassar yang mengambil tema Peningkatan Kesejahteraan Melalui Pelayanan Inklusi dalam Bingkai NKRI di Hotel Dalton, Sabtu (26/10).
Pasangan ini menjawab sejumlah pertanyaan panelis dengan tegas dan apik. Dipaparkan sejumlah program sebagai solusi dari berbagai permasalahan yang terjadi di Makassar.
Misalnya program bantuan modal usaha Rp10 juta per orang untuk ibu-ibu dan anak muda. Program tersebut menjawab beberapa persoalan sekaligus, seperti pengangguran, ekonomi, kamtibmas dan pemberdayaan perempuan.
“Kita awali dari keluarga. Itulah kenapa Aman ingin memperkuat ekonomi keluarga dan sekaligus membangun bisnis ibu-ibu dari rumah dengan memberikan bantuan modal usaha Rp10 juta untuk ibu-ibu bisa berwirausaha. Perempuan harus bisa berkontribusi bagi pembangunan ekonomi di daerah kita,” kata Amri Arsyid saat menjawab pertanyaan panelis.
Selain itu, Aman juga menyampaikan beberapa program unggulan lainnya seperti meritokrasi birokrasi di bidang pemerintahan, mendirikan sekolah khusus disabilitas di bidang pendidikan, serta membangun tiga pasar baru di Kota Makassar.
“Kami juga ingin membangun pusat-pusat ekonomi baru, terutama di pinggiran-pinggiran kota. Kita mau ada pasar baru yang kita bangun di Sudiang, Manggala dan Barombong,” kata Rahman Bando.
Tidak hanya unggul dalam penguasaan materi debat, pasangan usunagn Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga berhasil mencuri perhatian publik karena kostum yang digunakan, hingga gimik yang ditampilkan.
Pasangan Amri-Rahman bersama para simpatisan melakukan selebrasi ‘fusion’ ala Dragon Ball Z di akhir debat, yang sontak diikuti dengan gemuruh tepuk tangan dari seluruh pendukung, termasuk simpatisan dari pasangan calon lain.
Penguasaan materi serta penampilan berbeda yang diperlihatkan pasangan Amri Arsyid-Rahman Bando menjadi sorotan, dan mempertegas kesiapan mereka sebagai penantang kuat di pilwali Makassar tahun ini.
Usai debat, Amri Arsyid menyapa warga di Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (27/10). Dalam kesempatan itu, Amri menyampaikan program unggulan Aman, yakni bantuan modal usaha untuk ibu-ibu dan anak muda sebesar Rp10 juta per orang.
Amri menjelaskan, program tersebut hadir sebagai solusi untuk meningkatkan perekonomian warga, memberdayakan perempuan dan mengurangi jumlah pengangguran di Kota Makassar.
“Program ini khusus untuk ibu-ibu dan anak muda atau kaum milenial dan Gen Z. Dari program ini ke depannya kita harapkan agar tidak ada lagi keluarga di Kota Makassar yang hidup di bawah garis kemiskinan,” katanya.
Pasangan Amri-Rahman Bando melihat, peningkatan ekonomi keluarga menjadi prioritas yang harus dituntaskan di Makassar sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk hampir mencapai 1,5 juta jiwa.
“Kita melihat ada potensi yang bisa dikembangkan yaitu pemberdayaan ibu-ibu. Lewat program ini, ibu-ibu akan memiliki kemampuan untuk membangun usahanya sendiri dan Insyaallah keluarga bisa lebih sejahtera,” tambahnya.
Program modal usaha dari Aman adalah program yang terintegrasi, mulai dari pelatihan kerja, pemberian modal, hingga pendampingan usaha. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa program tersebut tepat sasaran dan bisa berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. (rif)
