MENJADI produktif sebagai ibu rumah tangga mungkin terasa sulit, yang disebabkan oleh tumpukan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mulai dari mengurus anak, berbelanja, memasak, dan menangani berbagai tugas lainnya. Namun, bagi Nur Kalsum, ibu-ibu bisa saja produktif di tengah rutinitasnya sehari-hari.
NUR Kalsum merupakan seorang ibu rumah tangga yang yang juga entrepreneur. Hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, ia menceritakan rutinitasnya dalam menjalani aktivitas IRT sekaligus sebagai entrepreneur yang kerapkali memberikan edukasi kepada banyak orang, khususnya ibu rumah tangga agar senantiasa produktif dalam kehidupan sehari-hari.
Diakui Nur Kalsum, dirinya banyak berinteraksi dengan ibu rumah tangga yang merasa bingung dalam menentukan jenis usaha yang ingin digeluti. “Saya banyak berinteraksi dengan ibu rumah tangga yang ingin buka usaha tapi terkendala dengan ide dan pemasaran. Ada juga yang terkendala dengan modal,” ujarnya.
Banyaknya minat seorang ibu rumah tangga untuk menggeluti dunia usaha menjadi motivasi bagi Nur Kalsum untuk memberikan edukasi tentang menjadi seorang ibu rumah tangga yang produktif. Dijelaskan, sejak menjadi IRT tahun 2014 ia banyak menghabiskan rutinitasnya di rumah. Dirinya memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus dari bangku SMK, sebab saat itu ekonomi keluarganya sedang mengalami penurunan.
Nur Kalsum memilih untuk bekerja. Apalagi dirinya merupakan anak pertama dari delapan bersaudara, yang membuatnya merasa harus turut serta dalam membantu agar adik-adiknya yang lain untuk bersekolah. Dia sempat bekerja di salah satu brand kecantikan.
Walau sempat mengalami masa sulit, Nur Kalsum mengaku tidak menyesal. Hal tersebut, diakuinya sebagai risiko yang mesti diambil.
Setelah berumah tangga dirinya rutin mengadakan seminar tentang edukasi bisnis dan kecantikan guna mendorong para ibu rumah tangga agar tetap produktif dan banyak memberikan manfaat.
Saat ini Nur Kalsum merupakan pemilik dari Katering Mama Alif yang terletak di Kabupaten Gowa. Usahanya bergerak di bidang servis katering dan wedding organizer.
Dari usaha yang dilakoninya, dirinya ingin membuka lapangan pekerjaan dan merangkul orang-orang yang membutuhkan. Ke depan, Nur Kalsum berencana untuk memperlebar bisnisnya di dunia wedding. Selain memiliki bisnis katering, Nur Kalsum juga merupakan seorang agen travel khusus umrah.
Ketika ditanya tentang bagaimana cara menjadi ibu rumah tangga yang produktif, ia mengatakan bahwa mereka harus meluapkan kesibukannya dengan berbisnis dan memperluas wawasan, pengalaman, dan keterampilan yang merupakan modal utama dalam berwirausaha.
“Untuk menentukan usaha apa yang akan dijalankan kita harus memperluas wawasan, pengalaman dan keterampilan sebagai modal, tanpa melupakan kewajiban utama kita dalam mengurus keluarga,” ungkapnya.
Nur Kalsum menyampaikan bahwa di luar sana banyak ibu rumah tangga yang memiliki modal finansial yang cukup untuk memulai bisnis, namun butuh tempat untuk sharing guna mendapatkan pemikiran-pemikiran yang positif. Hal itulah yang kemudian menjadi acuannya untuk rutin mengadakan seminar sebagai wadah untuk saling bertukar pikiran.
Meski sempat vakum beberapa waktu, kini Nur Kalsum menyampaikan akan kembali rutin dalam mengadakan seminar. Menurutnya, mewadahi para ibu rumah tangga untuk senantiasa produktif sangat penting agar tidak menciptakan lingkungan yang negatif.
Menurutnya, seorang IRT yang banyak menghabiskan waktunya di rumah perlu diarahkan agar memiliki tujuan yang lebih besar untuk membangun potensi diri yang dimilikinya.
Ia menuturkan tentang caranya mendapatkan izin dari suami selaku kepala rumah tangga. ”Kuncinya terletak pada komunikasi yang baik. Bila suami selaku kepala keluarga memahami jika yang dilakukan baik dan bermanfaat bagi banyak orang tentunya mudah untuk diberikan izin. Jadi kuncinya ada di komunikasi. Karena kalau suami tahu jika yang dilakukan positif tentu pasti akan dimengerti dan diizinkan,” jelasnya.
Diakui Nur Kalsum, dirinya tidak ingin tinggal di zona nyaman. Ia merasa lebih menyukai tantangan guna mendorong mindset ibu rumah tangga yang produktif kepada masyarakat luas. (yus)
