Site icon Berita Kota Makassar

Konsolidasi Tim Pemenangan Paslon Pilkada Sulsel ‘DIA’ dan ‘Inimi’ Tarik Puluhan Ribu Pendukung, Fokus pada Perubahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sulsel

MAKASSAR, BKM — Puluhan ribu orang berseragam oranye tumpah ruah menghadiri kegiatan konsolidasi tim pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Makassar Indira Yusuf Ismail-Ilham Fauzi (Inimi) dan paslon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) di Tokka Tena Rata Kabupaten Maros, Minggu petang (27/10).

Konsolidasi ini untuk memperkuat strategi pemenangan dan meningkatkan solidaritas di antara anggota tim dan pendukung pada kontestasi pilwali Makassar dan pilgub Sulsel 27 November mendatang.

Calon wakil gubernur nomor urut satu Azhar Arsyad mengungkapkan, ia bersama pasangannya Danny Pomanto akan mewakafkan diri untuk membangun masyarakat Sulawesi Selatan yang lebih baik ke depan. Azhar pun mengajak kepada semua pendukung agar mengajak seluruh keluarga untuk menjatuhkan pilihan ke paslon urut satu Danny-Azhar pada 27 November mendatang.

“Artinya, kami bersedia untuk mengorbankan kemampuan bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Kita butuh gubernur yang bisa berdiri di atas semua golongan. Makanya kami mengusung Save Sulsel. Selamat berjuang saudaraku semua,” ungkap Azhar.
Azhar mengaku akan selalu ada untuk rakyat Sulawesi Selatan demi menuju pembangunan dan kesejahteraan yang lebih baik kelak. Karenanya, ia meminta kepada semua militan bisa menentukan nasib lebih baik untuk lima tahun ke depan.

“Insyaallah kami tidak akan ke mana-mana. Danny-Azhar selalu ada untuk bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. Doakan kami. Insyaallah kemenangan akan kita raih 27 November mendatang,” ucap Ashar yang juga Ketua DPW PKB Sulsel ini.
Sementara itu, Danny Pomanto yang melontarkan semangat juang yang membara untuk semua tim dan pendukungnya yang hadir memadati lapangan gladiator Tokka. “Kita telah menorehkan banyak kemenangan di tempat ini. Kita kembali ke sini untuk mempersatukan semua. Sulsel ini butuh pemimpin, bukan juragan sembako,” teriak Danny dalam orasinya.
Dia menekankan kepada semua tim dan pendukung agar menyampaikan ke masyarakat untuk tidak salah pilih pemimpin. Sebab pilkada, kata dia, untuk mengubah nasib ke depan.

“Pilkada ini untuk mengubah nasib kita lima tahun kedepan. Makanya kita teruskan kebaikan. Untuk apa kita berpilkada? Karena kita ingin mengubah nasib yang lebih baik ke depan,” lanjutnya.

Di kesempatan itu, Danny menyampaikan untuk jangan tergoda dengan politik uang. Sebab pilkada akan menentukan lima tahun tahun nantinya. Karena itu, ia mengajak semua untuk berkumpul di Tokka guna menyatukan visi mencari pemimpin yang bisa mesejahterakan rakyatnya.
“Ini janji saya sudah sejak lama untuk berkumpul di Tokka, dan para pemberani ada di sini. Termasuk RT-RW yang hadir meski ada intimidasi. Hari ini Insyaallah kemenangan semakin dekat. Jaga kekompakan kita semua. Jangan lupa tanggal 27 November coblos nomor satu di pilgub Sulsel,” pungkasnya.

Konsolidasi Partai Buruh

Partai Buruh semakin memantapkan konsolidasi untuk memenangkan pasangan DIA. Ketua Partai Buruh Sulsel Akhmad Rianto dengan tegas meminta seluruh kader partai memaksimalkan sebulan masa kampanye meyakinkan masyarakat untuk memilih pasangan Danny-Azhar.
“Jadi konsolidasi ini kita jadikan sebagai wadah bagaimana bisa memenangkan pilkada di Sulsel dan kita bisa mendudukkan perwakilan kita menjadi gubernur Sulsel,” kata Akhmad Rianto dalam pembukaan Rakerda Partai Buruh se-Sulsel di Hotel Royal Bay, Minggu (27/10).

Untuk itu, ia mengintruksikan seluruh kader partai ditingkat pengurus exco kabupaten/kota, exco kecamatan, komisaris desa/kelurahan, organisasi sayap partai serta 11 organisasi inisiator partai buruh untuk terus bergerak ke akar rumput, baik itu di desa, wilayah perkampungan, hingga ke sudut kota menyosialisasikan visi misi DIA untuk Sulsel.

Apalagi Partai Buruh memiliki visi yang sama dengan pasangan DIA, yaitu memperjuangkan kesejahteraan buruh, petani dan nelayan.
Terlebih lagi, lanjut Akhmad Rianto, sosok Danny Pomanto merupakan pemimpin yang lahir dari bawah. Ia adalah anak lorong, bukan lahir seorang penguasa.
“Mereka (buruh, petani, nelayan, kaum miskin kota, kelompok rentan) yang selama ini tidak diperhatikan, mereka selama ini kelas yang diabaikan. Makanya, kita harus membentuk pemerintahan yang kuat dengan mendudukkan orang-orang yang cerdas,” tuturnya.

Untuk itu, rakerda ini menjadi momentum untuk memperkuat peluang kemenangan DIA hingga ke daerah-daerah. “Kita hanya memiliki waktu satu bulan lagi untuk memenangkan usungan kita di pilkada ini. Makanya, kita selama ini melakukan yang namanya sasatu (Salam Satu Pintu) itu kembali kita galakkan. Kita harus ketemu sama orangnya. Kita harus ketemu dengan konstituen kita dan menyampaikan bahwa usungan kita ini yang harus kita menangkan,” tegasnya.
“Di mana posisi kita, di mana wilayah kita, itu semua harus kita datangi dan kita menyampaikan kepada mereka. Nah, inilah gunanya penguatan struktur kita,” tambah Akhmad Rianto.

Danny Pomanto menyebut bahwa orang-orang di Partai Buruh adalah mereka yang selalu memperjuangkan kaum kecil. “Kalau Partai Buruh hadir itu ada bahaya karena ada hak-hak pekerja yang tidak terpenuhi,” ucap Danny Pomanto.
Berlatar belakang sebagai anak lorong, Danny paham betul apa yang menjadi dasar semangat dari perlindungan kaum buruh. “Maka tidak salah Partai Buruh mendukung DIA, karena kami ini orang biasa yang lahir dari lorong biasa,” tutupnya. (rhm-rif)

Exit mobile version