GOWA, BKM–Pelaksanaan debat pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Gowa berjalan lancar dan terkendali.
Pada debat pertama di Hotel Claro Makassar 15 Oktober hingga debat kedua di Hotel Harper 29 Oktober, semuanya berjalan tanpa insiden.
Pada pelaksanaan debat kedua, ratusan massa pendukung Paslon nomor urut satu Amir Uskara-Irmawati Haeruddin (Aurama’) maupun nomor urut dua Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin (Hati Damai) tumpah ruah di kawasan hotel bintang empat di Jl Perintis Kemerdekaan, tepat depan Mako Polda Sulsel.
Suasana debat memang terlihat panas akibat saling teriak kedua kubu pendukung, baik didalam maupun diluar ruangan debat. Kedua pendukung Paslon membawa speaker untuk musik yel-yel sehingga saling perang musik di jalanan. Meski diketahui sangat potensi mengundang kericuhan kedua pihak, namun hal itu tidak terjadi lantaran pengamanan Kepolisian dan TNI cukup ketat.
Ketua KPU Gowa Fitra Syahdanul pun berterimakasih kepada masyarakat terlebih kepada para pendukung Paslon yang hadir.
“Alhamdulillah pelaksanaan debat kedua atau debat terakhir yang kita laksanakan sudah selesai tanpa cacat atau insiden. Terimakasih kepada masyarakat terkhusus kepada para pendukung paslon karena tetap tertib selama jelang hingga debat selesai dilaksanakan. Mari kita bersama-sama menciptakan zona hijau untuk Gowa tercinta. Mari kita kawal prosesi tahapan Pilkada ini hingga selesai tanpa riak dan masalah,”kata Fitra.
Menurut Fitra, keduanya sama-sama punya mimpi yang baik untuk masyarakat Gowa. Fitra juga mengakui jika kedua Paslon memiliki kapasitas di atas rata-rata.
Menurutnya, tak ada manusia yang sempurna, begitupun kedua Paslon pasti ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kedua paslon punya mimpi yang sama untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat.
“Tentu lewat mimpi kedua paslon ini masyarakat akan membuka mata, telinga untuk memilih calon pemimpin Gowa yang dianggap paling terbaik. Silakan memilih.
Pada debat kedua, KPU menghadirkan 10 panelis dari kalangan akademisi, praktisi hingga kalangan profesional dan pemandu debat yakni Veronika.
Calon bupati HM Amir Uskara (Aura) dinilai mampu memberikan paparan dan jawaban secara tenang dan sangat siap.
Dosen Institusi Ilmu Pemerintahan Jakarta, Baharuddin Tahir mengatakan bahwa Aura unggul dalam debat kedua, terutama dalam sesi tanya jawab. “Pak Amir Uskara memperlihatkan kelihaiannya merespons kritik dan tanggapan dari pasangan nomor urut dua,” tuturnya.
“Kemampuan untuk menyampaikan argumen dengan jelas dan meyakinkan, khususnya saat membahas isu-isu ekonomi dan UMKM,” katanya.
Dia melihat dalam konteks pengembangan UMKM, dia juga menekankan bahwa bantuan permodalan saja tidak cukup.
Ia menyarankan adanya langkah-langkah tambahan seperti, peningkatan keterampilan dan pendampingan, pelaku UMKM membutuhkan pelatihan berkelanjutan agar bisa bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Bantuan promosi, dilakukan agar UMKM difasilitasi untuk berpartisipasi dalam expo online di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” katanya. (sar/rif)

