MAKASSAR, BKM–Pernyataan calon gubernur Sulsel nomor urut satu, Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto menuai sorotan setelah viral di media sosial.
Pasalnya, ia menyebut tidak akan segan “kandatto” (memukul kepala) setiap orang yang mencoba main-main dengan dirinya.
Dari video yang beredar, Danny menyampaikan hal tersebut secara gamblang dan terbuka di hadapan para pendukungnya.
Banyak pihak menilai pernyataan Danny sangat tendensius. Bahkan bisa membuat masyarakat Sulsel marah.
Seperti yang diungkapkan mantan Aktivis 98, Andi Mustamin Patawari Philip. Ia sangat mengecam pernyataan Danny yang bersifat mengancam itu.
Sebagai warga asli Sulsel, dirinya mengaku tersinggung. Ia pun memperingatkan Danny agar berhati-hati dengan pernyataannya.
Lebih lanjut Politisi Demokrat Sulsel ini menegaskan, sebagai calon pemimpin tidak seharusnya Danny menunjukkan arogansinya seperti itu.
“Ini jelas menunjukkan sifat asli dia, calon pemimpin arogan, tidak cocok dengan masyarakat Sulsel yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal yaitu sipakatau, sipakalebbi, sipakainge,”ujarnya, Jumat (1/11).
Berdasarkan informasi yang beredar, video itu adalah cuplikan dari kegiatan pertemuan Danny bersama dengan Ketua RT/RW se-Kota Makassar dalam rangka konsolidasikan pemenangan di Pilwali Makassar dan Pilgub Sulsel.
Pertemuan itu sendiri diketahui telah dilaporkan ke Bawaslu Sulsel terkait dengan adanya dugaan pelanggaran pemilu dilakukan Danny karena melibatkan perangkat pemerintahan yang dibiayai dengan APBD Kota Makassar.
Sementara itu, mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Makassar Ashari Bahar Chiko juga menyesalkan orasi politik Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS).
Chiko mengatakan, dulu dirinya ikut membantu RMS pada Pileg di Dapil Sulsel III ketika dirinya banyak berinteraksi dengan anggota Komisi III DPR RI itu.
“Sejak tahun 2019 saya terlibat membantu RMS duduk di kursi DPR RI Dapil Sulsel III untuk wilayah kerja Kabupaten Pinrang khususnya Kecamatan Tiroang, Paleteang dan Patampanua,”ujar Chiko, Jumat, (1/11).
“Waktu itu saya menggerakan anak muda ikut membantu pemenangannya, namun sikap politik yang ditunjukkan dalam orasinya kemarin tidak lagi menunjukkan sebagai seorang politisi yang santun. Kalau kecewa pasti, harusnya tidak usah ada bahasa begitu. (RMS) Tidak lagi memunculkan soal politik santun.”tegasnya.
Chiko pun mengaku menyesal dan memutuskan mengambil sikap mengalihkan dukungan kepada Azhar Arsyad di Pilgub Sulsel.
“Sikap saya sudah tegas dan ada beberapa teman ikut juga keluar dari tim anak muda RMS dan focus membantu Azhar Arsyad sebagai calon wakil Gubernur.”tandasnya.
Selain Chiko, sentilan juga datang dari sesepuh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulsel, H. Makmur Idrus Asegaf .
Untuk diketahui Makmur Idrus Asegaf Paman dari Puang Makka. Ayahanda Puang Makka adalah saudara sepupu, KH. Djamaluddin Assegaf Puang Ramma, pendiri Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan.
Paman dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Puang Makka mengatakan, Sebagai keluarga besar Nahdiyin, dirinya sangat kecewa dan menyayangkan pernyataan RMS.
“Tentu kami dari keluarga Nahdiyin sangat menyayangkan pernyataan RMS itu. Mari kita berpolitik santun dan jangan saling merendahkan apalagi beliau seorang wakil rakyat, Harus memberikan contoh yang baik,” ucap Makmur Idrus Asegaf.
“Kegagalan Azhar Arsyad di Pileg bisa saja menjadi kesuksesan yang tertunda, Allah sudah menggaris takdir umatnya,”tutur Makmur Idrus.
Selain itu, peneliti dari lembaga Duta Politika Indonesia (DPI) Dedi Alamsyah juga melontarkan sentilannya yang mengatakan, RMS harusnya tidak membuat pernyataan seperti itu. Apalagi, kata Dedi, saat ini suami dari Cawagub Sulsel Fatmawati Rusdi itu menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI.
“Sebenarnya RMS tidak perlu mengeluarkan bahasa seperti itu. Dia anggota komisi III loh, yang harusnya ikut mengedukasi masyarakat untuk menjaga pilkada agar tetap damai dan aman.”ujar Dedi.
Selain itu, Dedi juga menyinggung soal survei pasangan Andalan Hati yang dianggap sudah di atas angin.”Kalau membaca survei yang dikeluarkan timnya, kan mereka unggul, terus untuk apa ada bahasa seperti itu. Jangan lah buat kegaduhan.pinta Dedi.
Diberitakan sebelumnya, Cawagub Sulsel Azhar Arysad mendapat serangan personal dari RMS yang juga Anggota Fraksi Nasdem DPR RI.
Serangan itu mengenai kegagalan Azhar Arsyad pada Pileg 2024 lalu untuk mempertahankan kursinya di DPRD Sulsel.
RMS mengatakan jika Azhar Arsyad tidak memiliki kerja nyata dan jejak politiknya di Pinrang.
“Lawan kita yang mengaku orang Pinrang bahkan tidak berhasil duduk sebagai anggota legislatif. Masyarakat sudah tahu mana yang bisa diandalkan untuk membawa kesejahteraan.”ucap RMS, Rabu, (30/10).
Merespons itu, Azhar yang juga Ketua DPW PKB Sulsel berkomentar pendek. Menurutnya, kontestasi lima tahunan seperti ini harus dijadikan sebagai momentum adu gagasan, bukan ajang menyerang personal.
“Masyarakat tetap tenang. Inilah ruang edukasi mereka bisa menilai, serahkan kepada masyarakat untuk menilai. Jadi kalau toh ada yang menyerang personal, ada yang menghina ya terima kasih aja.”jelas Azhar yang juga mantan Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel, Kamis, (31/10). (rif)
