pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Wakil Ketua DPRD Tepis Taufan Pawe

TP Tinggalkan Utang Rp 46 M Bebani APBD

Taufan Pawe

PAREPARE, BKM — Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe menuding mantan Pj Wali Kota Parepare, Akbar Ali yang kini menjabat Pj Bupati Solok telah merusak tatanan pemerintahan Kota Parepare. Taufan menyebut Akbar meninggalkan jabatannya pada bulan September lalu tanpa membahas KUA-PPAS Perubahan tahun 2024.

”Tidak dibahasnya APBD-P di Parepare berakibat pada tidak tersalurkannya bantuan sosial termasuk insentif guru ngaji dan RT RW,” ujar Taufan saat rapat anggota Komisi II DPR RI dengan jajaran Kemendagri baru-baru ini.

Menurut Taufan banyak Pj kepala daerah di Sulsel menuai banyak masalah. Di Parepare misalnya saat Akbar menjabat Pj, hanya bertemu dua kali dengan dirinya, yakni saat Sertijab dan pelantikan anaknya sebagai anggota DPRD Parepare.

Terpisah, mantan Pj Wali Kota Parepare, Akbar Ali menanggapi santai video pertemuan itu. ”Menghadapi Taufan Pawe, kita yang waras mengalah,” singkatnya malam tadi.
Wakil Ketua DPRD Parepare, Yusuf Lapanna menepis tudingan Taufan. Legislator Partai Gerindra itu tegas mengatakan bahwa pemerintahan Akbar Ali justru mengembalikan muruah organisasi pemerintah.
Yusuf menambahkan Akbar melakukan perbaikan dengan mengembalikan pejabat yang digeser sesuai regulasi. Terkait APBD-Perubahan yang tidak dibahas DPRD karena diduga ada pihak-pihak yang berusaha menghalangi pembahasan tersebut.

Menurutnya, APBD-P pernah didorong oleh Akbar pada awal bulan September tapi dikembalikan. Yusuf mengaku bahwa Akbar berusaha menghadapi orang-orang yang selalu merecoki pemerintahan dengan melakukan intervensi. Bahkan, Akbar sering dilaporkan ke Kemendagri.

Terkait Bansos yang tidak tersalurkan, Yusuf membantahnya. Menurutnya, Bansos seperti rastra pada saat itu justru tidak dimasukkan dalam pembahasan APBD-Pokok 2024. Dijelaskan Yusuf bahwa pemerintahan Taufan sebelumnya justru meninggalkan banyak utang hingga mencapai Rp 46 miliar dan sangat membebani APBD.
Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Parepare, Suyuti menilai jika melihat video yang beredar, seharusnya sebagai mantan kepala daerah harus lebih profesional.
”Jika melihat video yang beredar ada sesuatu hal yang terjadi pada diri Taufan. Persoalan pribadi dan kepentingan lebih menonjol. Patut diduga itu menunjukkan tanda-tanda gangguan narsistik yang lagi populer saat musim pemilu,” ujar Suyuti.

Gangguan narsistik jelas Syt adalah kondisi mental di mana individu merasa lebih penting dari orang lain dan sangat membutuhkan perhatian serta pujian.
” Ciri-ciri utamanya meliputi rasa mementingkan diri yang berlebihan, kurangnya empati, serta sensitivitas tinggi terhadap kritik. Mereka sering kali berfantasi tentang kesuksesan dan kekuasaan, serta cenderung memanipulasi orang lain untuk memenuhi kebutuhan ego mereka. Gangguan ini dapat menyebabkan masalah dalam hubungan sosial dan kehidupan sehari-hari,”tutupnya. (mup/C)



×


Wakil Ketua DPRD Tepis Taufan Pawe

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link