MASAMBA, BKM — Calon gubernur Sulsel nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto melakukan kampanye dengan mengunjungi pedagang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Malili dan Pasar Tampinna, di poros Wotu Malili, Luwu Timur (Lutim), Selasa (5/11). Cagub yang dijuluki Anak Lorongna Makassar ini mengelilingi pasar dan menyalami satu per satu pedagang serta menyerap aspirasinya.
“Masih banyak yang perlu dibenahi di pasar kita ini, mulai dari daya beli kurang hingga infrastruktur yang kurang mumpuni,” ucapnya.
Danny mengatakan, harusnya kekurangan tersebut ini bisa dibenahi. Sebab Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Lutim yang tinggi karena adanya tambang.
“Itu semua yang akan kami kerjakaan jika diberi amanah. Apalagi daya beli masyarakat di pasar juga harus kita tingkatkan, contohnya kayak tadi ikan satu kardus Ro700 ribu. Padahal kalau di tempat lain itu bisa sampai Rp1,2 juta. Jadi itu semua yang akan kami kerjakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” jelasnya.
Seorang pedagang di Pasar Tampinna Herman menyampaikan harapannya agar masyarakat kecil lebih diperhatikan, seperti saat Danny menjabat Wali Kota Makassar. “Semoga Pak Danny terpilih agar kami pedagang-pedagang ini bisa lebih diperhatikan. Apalagi program Pak Danny sudah terbukti kepemimpinannya yang sangat merakyat,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, Senin (4/11), Danny melakukan kampanye dialogisnya di Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Ia bertemu warga di Desa Ketulungan, Kecamatan Suka Maju dengan menjawab harapan warga dari Rampi, yaitu soal infrastruktur jalan dan kawasan lumbung daging.
“Semua masih terkendala. Harapan kami menjadikan Rampi sebagai lumbung daging. Kita harapkan juga ada perhatian jalan. Selama ini susah diakses dengan mobil,” sebut salah seorang warga saat sesi tanya jawab, yang mengaku berasal dari Kecamatan Rampi.
Danny Pomanto lantas merespons harapan itu. Dia sebenarnya berkeinginan untuk berkunjung meninjau langsung Rampi. Hanya saja, jadwal kampanye dialogisnya di Luwu Raya dibatasi dengan agenda debat kandidat pilgub Sulsel nantinya.
“Debat tanggal 10 November. Saya harus ke Toraja Utara tanggal 8 menghadiri Sidang Raya PGI. Bukan saya tidak mau ke Rampi. Insyaallah kalau menang saya ke sana,” tandas Danny.
Sebelum bertolak ke Toraja Utara, Danny bersama rombongan akan berkunjung ke Seko, Luwu Utara. “Insyaallah kalau saya menang, saya akan berkunjung langsung ke Rampi dan Rongkong. Kawasan ini, pegunungan verbeek. Termasuk kawasan terkaya di dunia,” tuturnya.
Berlatar belakang ahli tata ruang, Danny ingin mengubah Rampi, Seko dan Rongkong sebagai kawasan pariwisata. Itu artinya, infrastruktur jalan akses menuju ke tiga kecamatan tersebut akan dikerjakan saat Danny-Azhar terpilih kelak.
“Itu makanya saya mau sampaikan ke warga Rampi, Seko, Rongkong, tidak usah keluar negeri. Nanti kita bikin ini seperti luar negeri. Mereka yang datang ke sana,” ujarnya.
Danny sendiri bakal merancang kawasan pariwisata tiga wilayah pegunungan verbeek tersebut. Sama halnya di Makassar. Danny mengaku sudah merancang event internasional Makassar F8.
“Khusus Rongkong, Seko, Rampi, DP langsung konsultannya. Gubernurnya langsung saja. Soal daging, kita mau buat Sulsel sebagai lumbung pangan,”janjinya.
Danny juga menjelaskan konsep pengembangan desa-desa melalui skema bantuan keuangan khusus. Satu desa Rp200 juta per tahun. (rhm)
