MAKASSAR, BKM — Pembangunan kembali atau rehabilitasi Stadion Mattoanging yang telah dibongkar oleh Pemprov Sulsel pada 21 Oktober 2020 lalu, sampai saat ini masih tak jelas nasibnya. Padahal, puluhan miliar uang negara yang bersumber dari APBD Provinsi Sulsel sudah digelontorkan.
Salah satunya untuk membiayai pembuatan detail engineering design (DED) dan manajemen konstruksi (MK).
Kegiatan pembuatan DED yang tendernya dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel di masa kepemimpinan Andi Arwin Azis sebagai kepala dinas itu menelan anggaran Rp20 miliar, dan MK sebesar Rp350 juta.
Saat itu, meski persoalam lahan belum tuntas, Andi Arwin Azis selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) melakukan penandatangan kontrak dengan Direktur PT Arkonin Jakarta dan PT Griska Cipta Jakarta sebagai rekanan yang membuat DED dan MK rehabilitasi Stadion Mattoanging.
Saat ini, produk (DED dan MK) bernilai puluhan miliar yang tidak terpakai dan menjadi sia-sia. Hal itu menjadi sorotan karena dianggap sebagai pemborosan anggaran yang dilakukan Pemprov Sulsel.
“Kalau dia buat desain dan desain itu ada lalu tidak dipakai, itu masuk pada pemborosan anggaran daerah,” kata pengamat Pemerintahan dan Tata Kelola Keuangan Negara dari Universitas Patria Arta Bastian Lubis, Kamis (7/11).
“Karena uang yang dikeluarkan itu hasilnya tidak bisa dimanfaatkan. Itu pemborosan keuangan daerah,” sambungnya.
Sementara Kepala Dispora Sulsel saat ini Herman, mengatakan dirinya waktu itu belum menjabat. Meski demikian, dirinya tak menampik soal DED, tapi tak mau memberikan komentar lebih jauh karena ini persoalan anggaran.
Herman pun mengarahkan ke salah satu stafnya di Dispora Sulsel Budi. Tapi saat dikonfirmasi dirinya mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan jawaban dan mungkin besok akan dikirimkan.
Sekadar diketahui, pada 2021, proyek pembangunan Stadion Mattoanging gagal dilaksanakan meski sudah dibuka tahapan tendernya. Saat itu, pihak Pemprov Sulsel beralasan tak ada peserta atau pendaftar tender yang memenuhi kualifikasi.
Memasuki APBD 2022, Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman kembali menganggarkan sekitar Rp66,2 miliar untuk pembangunan Stadion Mattoanging. Saat itu, tender kembali dilakukan dan diikuti sekitar 104 peserta. Tapi, lagi-lagi pihak tender gagal dengan alasan peserta tidak memenuhi kualifikasi.
Kemudian di tahun 2023, Pemprov Sulsel kembali menganggarkan proyek rehabilitasi Stadion Mattoanging sebesar Rp60 miliar. Namun untuk ketiga kalinya kembali gagal terlaksana dengan dalih permasalahan status kepemilikan lahan. (jun)
