Site icon Berita Kota Makassar

Pj Gubernur Menghadap Prabowo

MAKASSAR, BKM — Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh menghadap Presiden Prabowo Subianto di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Kamis (7/11).

Bersama para kepala daerah lainnya, Zudan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Kegiatan dengan tema Implementasi Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 ini dibuka Presiden Prabowo.
”Pak Gubernur ke Jakarta,

ada rakor bersama seluruh kepala daerah di Sentul, Bogor,” ujar Kepala Bidang Humas Diskominfo SP Sulsel Fitra, kemarin.
Rakor ini sebagai tindak lanjut visi presiden, yakni terwujudnya Indonesia raya yang berdaulat, mandiri, berkepribadian berdasarkan gotong royong.
Dalam beberapa kesempatan, Zudan kerap menekankan komitmennya dalam menyukseskan program mantan Danjen Kopasus itu.

“Potensi kita besar sekali dengan program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wakil Presiden Gibran. Saya yakin kita bisa masuk ke semua titik yang sudah disiapkan oleh beliau,” ungkap Zudan.

Oleh karena itu, ia juga meminta kepada para kepala OPD agar tidak hanya berjalan, tapi juga harus berlari bahkan terbang untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Zudan, program Asta Cita Prabowo-Gibran ini akan mampu mewujudkan Indonesia Emas di 2045, dan ini sudah disiapkan dalam RPJD Pemerintah Provinsi Sulsel 2025-2045.

“Kami menyadari apapun tugas yang diletakkan pada pundak kami akan sulit berhasil tanpa solidaritas, dukungan dari seluruh anggota dewan dan Forkopimda, serta semua pihak pimpinan DPRD. Sesungguhnya diharapkan semua jadi satu kesatuan meskipun berbeda warna,” terangnya.

Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Sulsel juga akan menghadapi tantangan tidak sederhana dari berbagai dimensi. Sebagai bagian krusial pemerintah daerah, provinsi tidak mungkin membiarkan pemerintah bekerja sendiri dalam mengatasi masalahnya.

“Sesungguhnya pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. Maka sebagai lembaga perwakilan rakyat wajib hukumnya kita duduk bersama pemerintah dan mencari solusi yang efektif, konstruktif dan produktif dengan cara konstitusional demi kejayaan Sulawesi Selatan,” tuturnya. (jun)

Exit mobile version