GOWA, BKM — Geger warga Lingkungan Beroanging, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa terjadi Senin (11/11) pukul 09.30 Wita. Sesosok mayat laki-laki dewasa ditemukan mengenakan baju kaos oblong warna biru tua dan celana biru muda selutut mengambang di permukaan air empang.
Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang buruh bangunan bernama Arnas. Ia bekerja tak jauh dari lokasi keberadaan mayat yang mengapung.
Kanitres Polsek Somba Opu Iptu Roswanda yang dikonfirmasi terkait temuan mayat itu, mengatakan pihaknya mendapat laporan dari warga di Beroanging sekitar pukul 10.00 Wita. Personel Polsek bersama Tim Inafis dan piket fungsi dari Satreskrim Polres Gowa langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta memasang garis polisi.
“Tim Inafis langsung melakukan olah TKP. Mayat itu laki-laki tapi kami belum menemukan satu pun identitasnya. Lokasi sudah kita amankan dan tim Satreskrim Polres Gowa sudah mengevakuasi mayat yang langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan pemeriksaan. Kami juga belum bisa menyimpulkan apakah korban kekerasan atau bagaimana. Kami masih melakukan penyelidikan dan menyerahkan sepenuhnya ke tim forensik,” jelas Iptu Roswanda menjawab konfirmasi media.
Ia menambahkan, untuksementara petugas hanya menemukan barang bukti berupa baju dan celana yang dikenakan korban.
Sementara Kapolsek Somba Opu AKP Hambali, mengatakan saat ini pihaknya sudah mencari tahun informasi ke masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Namun, belum ada satu pun yang mengaku kehilangan.
“Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengapung. Selanjutnya sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi korban. Sampai sekarang belum ada warga sekitar lokasi yang merasa kehilangan keluarga. Warga sekitar tidak ada yang mengenali jasad tersebut, ” kata AKP Hambali.
Arnas, buruh bangunan yang melihat pertama kali mayat tersebut, dihadapan petugas mengaku bahwa dirinya melihat mayat itu awalnya mengira boneka yang mengapung di atas air.
Seperti dikatakan Kanit Res Polsek Somba Opu, menurut saksi mata Arnas yang seorang pekerja bangunan, dirinya melihat mayat itu mengapung saat ke empang memasang pompa guna mengalirkan air untuk kebutuhan pekerjaannya. Mayat itu dilihatnya pada pukul 08.30 Wita.
Menurut Arnas, yang dilihatnya di permukaan air adalah kaki dan bagian bokong korban. ”Waktu itu saksi mau pasang mesin pompa untuk menyalurkan air ke bangunan yang sedang dikerjakannya, ” papar Iptu Roswanda.
Usai melihat ada mayat mengapung, lanjut Roswanda, Arnas langsung memanggil rekan kerjanya.
“Saksi mengatakan ke temannya dia melihat ada orang meninggal di empang. Saksi bersama teman-teman kerjanya kemudian pergi melihat mayat tersebut. Setelah itu saksi balik lagi ke tempat kerjanya, ” terang Iptu Roswanda lagi. (sar)
