MAKASSAR, BKM–Masyarakat Toraja menagih janji calon Gubernur Sulsel yang juga wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto terkait proyeksi menjadikan Kampung Rama sebagai kampung budaya. Mereka menilai, Danny telah memberi harapan palsu.
“Dulu waktu periode pertamanya Pak Danny maju Calon Wali Kota Makassar, lima kali datang kampanye ke Kampung Rama. Setiap datang kampanye selalu bawa gambar desain Kampung Rama akan disulap jadi kampung budaya di Makassar. Tapi sampai dua periode wali kota kami orang Toraja di Kampung Rama merasa hanya ditipu saja. Kita di-PHP ji,” ujar salah satu tokoh masyarakat Toraja, Paulus Tante Tondok, Senin (11/11).
Dalam beberapa pekan, kubu paslon Danny Pomanto-Azhar Asyad gencar melontarkan isu yang memojokkan pasangan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati). Salah satunya soal patung kerbau dan Rumah Adat Toraja di Rujab Gubernur.
Paulus menegaskan bahwa Andi Sudirman Sulaiman (ASS) sudah banyak membuktikan karya nyata di Toraja sejak menjabat Gubernur Sulsel.
“Pak Andi Sudirman sudah banyak berkontribusi untuk pembangunan di Toraja sejak menjabat Gubernur. Sementara Pak Danny Pomanto sudah buat apa untuk pembangunan di Toraja?,” tanya Paulus.
Paulus mengungkapkan bahwa orang Toraja dulu total mendukung Danny di Pilwali Makassar. Karena janjinya mau menyulap Kampung Rama jadi Kampung Budaya.
“Coba Kampung Budaya itu terwujud. Salah satu kegiatan Pemkot Makassar yang mendunia, yakni Makassar International Eight Festival dan Forum merupakan kegiatan festival yang menggabungkan delapan festival kesenian. Di kesempatan itu, para tamu dari berbagai negara bisa berkunjung ke situ,” harap dia.
Kritik yang sama juga disampaikan masyarakat adat Luwu Utara (Lutra), Tomakaka Limbong Rongkong yang membantah telah memberikan dukungan kepada Paslon DIA.
Tomakaka Limbong Rongkong, Bunga Melati Siolanan Batoa menjelaskan, isu dukungan itu muncul setelah Danny melakukan kunjungan ke rumah adat Tomakaka Limbong Rongkong di Desa Limbong, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Lutra.
Namun, ia menyesalkan, sebab kunjungan biasa itu dibuat seolah-seolah bahwa dirinya memberikan dukungan kepadanya.
“Sebagai Tomakaka siapapun yang datang akan kami terima. Namun pilihan politik tidak bisa dipaksakan,” kata Bunga.
Bunga menegaskan bahwa dirinya beserta keluarga adat Tomakaka Limbong Rongkong tetap mendukung paslon nomor urut dua, Andalan Hati di Pilgub Sulsel.
“Semua keluarga tetap kami arahkan dimanapun berada untuk mendukung Andi Sudirman Sulaiman. Kami tetap tegak lurus pada pilihan kami,” tegasnya.
Bunga pun turut meminta agar ASS dapat mengagendakan waktu khusus untuk berkunjung ke Luwu Utara. Sebagai bentuk dukungan, ia berjanji akan memberikan penyambutan secara khusus. “Saya meminta Pak Andi Sudirman untuk mengagendakan kunjungan ke Luwu Utara. Kami akan memberikan dukungan khusus sebagai bukti keseriusan kami,” tambahnya.
Selain itu, dirinya juga berharap isu dukungan kepada pasangan calon gubernur lainnya tidak berkembang lebih jauh dan menjadi bola liar. (rif)

