Site icon Berita Kota Makassar

Azhar Temui Tokoh Maros, Fatma Bersama BPD GBI

MAKASSAR, BKM — Calon wakil gubernur Sulsel Azhar Arsyad melakukan silaturahmi bersama warga di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Ia diterima Ketua Tim Sahabat Amure Maros Johansyah Haruna, Rabu sore (13/11).

Amure adalah singkatan Andi Muawiyah Ramli. Saat ini tercatat sebagai anggota DPR RI Komisi X asal Bone. Amure kembali terpilih di DPR RI dari Fraksi PKB daerah pemilihan (dapil) Sulsel II.
Kedatangan Azhar didampingi istri Hj Eni Rahmi, serta Sekretaris DPW PKB Sulsel Muhammad Haekal. Mereka disambut di kediaman mantan Kepala Desa Salenrang dua periode Muh Nasir.
Pertemuan digelar di atas rumah panggung dengan suasana satai dan penuh keakraban. Azhar dan rombongan duduk bersila bersama warga setempat. Tampak pula beberapa Panwas setempat memantau pertemuan yang diikuti baik tokoh pemuda, perempuan dan petani.

Johansyah yang mengenakan pakaian PKB dan memandu acara, mengatakan kegiatan ini kampanye terbatas pemenangan paslon gubernur dan wakil gubernur Sulsel nomor urut satu Moh Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad.
“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada Pak Wakil Gubernur, Insyaallah tahun 2025-2030 hadir di tengah-tengah kita dengan suasana santai, keakraban, melalui kampanye terbatas,” ucapnya.
Ia menyampaikan apa yang telah dicapai pasangan nomor urut satu yang ini sama-sama memiliki pengalaman, satu di pemerintahan dan satu di legislatif. Masing-masing Danny Pomanto dua periode sebagai Wali Kota Makassar, sementara Azhar Arsyad menjadi anggota DPRD Sulsel di tahun 2019-2024 yang melahirkan sejumlah perda yang mewakili kepentingan publik.
“Pak Danny mampu meningkatkan PAD Makassar dari Rp500 miliar menjadi Rp1,5 triliun. Lalu Pak Azhar sejak jaman mahasiswa aktivis, lalu LSM sampai anggota DPRD Sulsel senantiasa bersentuhan kepentingan masyarakat. Jadi tidak diragukan kemampuannya,” puji Johansyah.

Ditambahkan lagi, setelah debat kedua, terlihat pasangan bertagline Save Sulsel ini memiliki gagasan ke depan Sulsel lebih baik dibandingkan lawannya.
“Bayangkan, saat debat dan setelah debat DIA selalu naik elektabilitasnya. Apa itu (elektabilitas), rasa kesukaannya masyarakat,” sambungnya dihadapan warga yang bersila.
Di sisi lain, kata Johansyah, pemerintah provinsi Sulsel diperhadapkan persoalan utang sebesar Rp 1 triliun lebih di era kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman (ASS).
“Hadist (Rasulullah Saw) mengingatkan jika menyerahkan urusan, tugas, atau kepemimpinan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancuran atau kekacauan. Kondisi Sulsel yang ditinggalkan gubernur sebelumnya adalah utang mencapai Rp1 triliun lebih. Ini bukti nyata orang yang kelola pemerintahan bukan ahlinya,” ungkapnya.
“Maka hadirlah DIA yang dikirim Tuhan, melalui taglinenya baik untuk semua, baik untuk Sulsel ,” lanjut Johansyah.

Sementara Muh Nasir, dalam sambutannya mengatakan rekam jejak Danny-Azhar menunjukan hal positif. “Kita memilih yang bisa mensejahterakan. DIA ini bagus reputasi dan rekam jejak bagus. Tidak sama yang pernah menjabat gubernur, tidak hanya menaikan PAD, bahkan berutang,” kata mantan anggota DPRD Maros ini.
Mantan anggota DPRD Sulsel dua periode Wawan Mattaliu menambahkan bila dampak dari utang yang ditinggalkan menghambat pembangunan. “Pertanyannya utang ini siapa yang bayar? Yah masyarakat melalui pajak-pajaknya. Seharusnya anggaran bisa dialokasikan membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat,” ucap Wawan Mattaliu.

Sementara Azhar Arsyad membenarkan bahwa Pemprov Sulsel saat ini menanggung utang hasil peninggalan gubernur AAS. Hal itu juga diakui mantan Pj Gubernur Sulsel Bachtiar Baharuddin saat menjabat 2023 lalu. Ia menyebut Pemprov Sulsel defisit anggaran Rp1,5 triliun. Bahkan ketika itu menyebut Sulsel bangkrut.
“Kenapa di APK kami terselip kata Save Sulsel? Artinya selamatkan Sulsel. Pemerintahan (Sulsel) tidak dalam keadaan baik-baik saja. Saya terakhir masih sempat memimpin rapat Komis D, jadi saya tahu, neraca keuangan tidak seimbang,” beber Azhar.

Dihadapan warga, Ketua DPW PKB Sulsel ini mengingatkan agar tidak tergoda dengan iming-iming imbalan jelang pencoblosan. Apakah itu amplop, sembako, dan lain-lain untuk memilih paslon tertentu.
“Janganki salah memilih karena bisa berdampak penyesalan. Jangan memilih hanya karena amplop atau sembako. Politik ini memperbaiki nasib kita, jangan main-main. Di tangan pemimpin yang baik Insyaallah baik juga nasib kita,” urai Azhar.

Fatma Temui BPD GBI

Politisi Nasdem selaku calon wakil gubernur Sulsel nomor urut dua Fatmawati Rusdi, menunjukkan sosoknya sebagai pemimpin yang plural dan inklusif ketika bersilaturahmi dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sulsel di Jalan Bangau, Kecamatan Mariso, Makassar, Rabu (13/11).

Kehadiran mantan wakil wali kota Makassar tersebut disambut hangat puluhan pengurus GBI Sulsel, menandakan kebersamaan yang kuat bagi Fatmawati dan pasangan calon Andi Sudirman Sulaiman jelang pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel 27 November 2024.

Ketua BPD GBI Sulsel Pdt Basuki Tri Nugroho, menyambut dan menilai Fatmawati sebagai sosok pemimpin yang mencerminkan nilai-nilai sipakainge, sipakalebbi, dan sipakatau. Menurutnya, Fatmawati terus mengukuhkan semangat kebersamaan dan keberagaman. Selain itu, menunjukkan pentingnya pluralitas dalam membangun Sulsel yang lebih maju dan berkarakter.

“Saya sangat bersyukur karena Bu Fatma begitu menekankan pentingnya pluralitas, kebersamaan, dan keterlibatan semua pihak bersinergi untuk kemajuan bersama,” katanya.
Dia menambahkan bahwa kehadiran Fatmawati merupakan bukti komitmen pasangan Andalan Hati dalam merangkul semua golongan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus GBI Sulsel berdiskusi tentang berbagai harapan dan inovasi untuk masa depan Sulsel, termasuk peran umat Kristiani dalam pendidikan.
Menurut Basuki, pasangan Andalan Hati adalah pilihan yang tepat untuk memimpin Sulsel dengan visi yang mengedepankan kebersamaan. “Kami tentu menaruh harapan besar untuk pasangan Andalan Hati. Kami mendoakan agar Tuhan mengizinkan langkah untuk memimpin Sulsel,” tegasnya.

Fatmawati juga menegaskan visi dan misi Andalan Hati untuk membawa Sulsel menjadi provinsi yang maju dan berkarakter. “Berkarakter ini yang harus kita bawah sebagai bagian pluralisme. Tentu mulai dari anak-anak kita lewat pendidikan untuk menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Semangat kebersamaan yang diusung Fatmawati mencerminkan sosok pemimpin yang merangkul semua lapisan masyarakat di Sulsel. “Kunci utamanya kerja sama, sinergi antara semua pihak. Termasuk pengurus GBI,” ungkapnya. (rif)

Exit mobile version