Site icon Berita Kota Makassar

Danny Ungkap Ada 10 Lurah tak Netral, Siap Tindaki!

MAKASSAR, BKM — Usai sudah masa cuti Mohammad Ramdhan Pomanto. Ia kembali aktif sebagai Wali Kota Makassar setelah dua bulan lamanya melaksanakan kampanye sebagai calon gubernur Sulsel.
Hari pertama pascakampanye, Danny mengumpulkan seluruh perangkat daerah, mulai lurah hingga ke kepala OPD dalam Salat Subuh Berjemaah yang digelar Minggu (24/11) di Anjungan Pantai Losari Makassar.
Banyak persoalan yang disampaikan Danny pada kegiatan yang dihadiri ribuan orang tersebut. Salah satu yang paling ditekankan adalah terkait netralitas aparat pemerintahan.

Danny mengatakan, selama dirinya cuti, ada beberapa laporan masuk terkait ketidaknetralan ASN dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November mendatang.
Wali Kota Makassar dua periode itu mengaku, dirinya mendapat laporan ada sekitar 10 lurah yang terang-terangan mendukung pasangan calon wali kota. Bahkan, ada salah satu kantor lurah dijadikan markas salah satu pasangan calon. Danny pun membidik mereka yang terindikasi tak netral itu.

“Saya dengar beberapa lurah terlibat dalam politik praktis. Saya akan segera tindaki. Saya dengar malah ada kantor lurah jadi markas paslon tertentu. Saya pasti akan tindaki,” ancam Danny.
Dia meminta kepada seluruh masyarakat, jika ada unsur pemerintah yang cawe-cawe dalam pilkada ini, segera laporkan ke Bawaslu. “Saya janji satu hal, saya tidak akan conflict t of interest. Sebagai wali kota, saya harus merangkul semua tanpa terkecuali,” tegasnya.

Dia meminta masyarakat jangan mau dibodoh-bodohi dengan sembako dan amplop. Demokrasi harus dijaga dengan baik.
Danny menambahkan, pilkada sisa beberapa hari lagi. Saat ini, sudah memasuki tahapan minggu tenang. Seluruh warga diminta menjaga kondusifitas wilayah. Bisa berbeda pilihan tapi semuanya tetap bersaudara. Tidak usah saling provokasi, saling mencela, karena Allah sudah menakdirkan siapa jadi wali kota maupun gubenur.
“Biar kita bolak balek, Allah sudah tetapkan. Dulu waktu kotak ksong, orang tidak bayangkan menang, tapi Allah dengan takdirnya telah menuliskan itu. Presiden Prabowo pun sudah menyampaikan, silakan berdemokrasi, tidak ada paksaan dan pesanan apapun,” tandasnya.

Kepada seluruh RT/RW, lurah hingga camat, Danny menginstruksikan untuk menjaga wilayah masing-masing selama 24 jam untuk menciptakan keamanan. Laporkan hal-hal yang mencurigakan.
Mulai hari ini, Senin (25/11), Danny juga akan berkeliling dan melakukan sidak di semua wilayah. “Jadi, siapa yang tidak jaga wilayahnya, berarti ada interest. Dicurigai mendukung satu paslon. Siapa yang tidak jaga wilayahnya saya anggap tidak netral karena memberikan peluang paslon tertentu untuk merusak demkrasi. Kita jaga kebanggan kita, karena mau diputar bagaimana takdir Allah sudah tertulis. Tidak usah terlalu memaksa sesuatu, jaga agar fair,” kata Danny. (rhm)

Exit mobile version