SETELAH beberapa bulan dilanda musim kemarau yang terik, kini Kota Makassar memasuki musim hujan. Perubahan cuaca ini membawa dampak yang signifikan bagi sejumlah pedagang, khususnya penjual minuman sachet dan jus jeruk, yang sebelumnya laris manis di musim kemarau.
PENULIS: CENTRO MILAN
Seperti halnya Ira (41), seorang penjual minuman sachet dan jus jeruk yang berjualan di kawasan Jalan Paccerakkang.Ia mengungkapkan bahwa selama musim kemarau, penjualannya bisa mencapai 70 hingga 100 cup per hari.
“Saat kemarau, penjualan sangat baik. Minuman sachet dingin dan jus jeruk segar sangat diminati, terutama karena cuacanya panas. Tapi begitu hujan datang, penjualan langsung menurun. Sekarang cuma sekitar 20 sampai 40 cup per hari,” ujarnya.
Meskipun penjualan menurun, Ira berusaha beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berubah. “Sekarang saya coba jual teh hangat, milo panas, serta kopi panas. Walau tidak sebanyak jus jeruk atau minuman sachet dingin, setidaknya ada yang beli dan usaha tetap jalan,” lanjutnya.
Ira juga menambahkan bahwa cuaca hujan membuat banyak orang lebih memilih minuman hangat. Oleh karena itu, ia mulai menyesuaikan pilihan minuman yang bisa dinikmati di tengah cuaca dingin, seperti kopi panas dan lainnya.
Meski cuaca tak menentu, Ira tetap optimis dan berharap bisa bertahan menghadapi tantangan musim hujan ini. “Yang penting tetap berinovasi dan semangat. Semoga masyarakat terus mendukung usaha pedagang lokal,” tutupnya.
Dengan beradaptasi dan terus berinovasi, para pedagang minuman di Makassar diharapkan dapat bertahan dan terus berkembang meskipun cuaca yang berubah-ubah.(Mg4)
