BULUKUMBA, BKM — Juara ketiga Putera Puteri Nusantara Indonesia tahun 2024, Sindy Juliana Hamsa mengungkap suka duka mengikuti ajang nasional tersebut. Wakil Sulsel asal Kabupaten Bulukumba ini, nyaris mundur dari kompetesi di tengah jalan karena orang tuanya kecelakaan.
Namun Sindy, begitu ia akrab disapa, punya motivasi kuat dalam meraih impian. Cobaan demi cobaan tak membuatnya putus asa. Cita-cita besar yang ingin membanggakan kedua orang tuanya, selalu menjadi penyemangat di setiap proses.
Perempuan kelahiran Batunilamung 16 Juli 2024 ini, menjelaskan proses kompetisi Putera Puteri Nusantara Indonesia cukup banyak. Dia mengatakan, kompetisi ini harus melewati proses karantina.
“Setelah itu masuk di talent show dan catwalk, sesi interview, orasi/speech hingga ke grand final,” kata Sindy kepada BKM, Selasa (26/11).
Dia lebih dalam mengemukakan motivasi besarnya sehingga ikut kompetisi ini. Yang pertama katanya, ingin membanggakan kedua orang tuanya. Kemudian yang kedua, ingin menginspirasi para anak-anak muda.
“Sukanya itu karena kita dapat pengalaman baru dan dapat membangun jaringan, serta dapat kenal-mengenal di berbagai provinsi,” jelas Sindy.
Soal duka, kata Sindy, juga banyak. Saat mengikuti kompetisi ini, ia harus membagi waktu untuk kuliah maupun aktivitas di organisasi. Bahkan puncaknya, saat dilanda musibah kepada orang terdekatnya.
“Dulu saat saya sudah di tengah jalan, tiba-tiba bapak saya kecelakaan. Di situ sempat saya down. Saya sempat berpikir apa saya batalkan saja ikut lombanya,” katanya.
Bagi Sindy, milenial dan Gen-Z khususnya yang ada di Bulukumba, potensinya tak kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Ia pun berharap agar anak-anak muda Bulukumba terus belajar mengejar impian dengan penuh keberanian.
“Di era yang penuh dengan perubahan cepat dan peluang luar biasa, jangan takut untuk berinovasi, gagal, dan mencoba, Ingat kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian material, tapi juga tentang dampak positif yang bisa diberikan kepada diri sendiri dan orang lain,” kata Sindy.(rls)

