JASA pengawalan event terus bertumbuh di Makassar. Salah satunya adalah Flobamora. Komunitas ini diketuai Tadeus alias Tedy.
HADIR menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Tedy yang didampingi Humas Flobamora kata Flobamora merupakan gabungan dari beberapa nama daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Flores, Alor, Sumba, dan Timor.
“Ini merupakan komunitas awalnya menaungi para perantau dari NTT agar bisa dikordinir dan menjadi wadah pertemuan,” ujarnya.
Komunitas Flobamora berdiri tahun 2022, yang diinisiasi oleh salah seorang senior di bidang pengamanan di Kota Makassar. “Jadi di tahun 2022 salah satu senior pengamanan yang juga tinggal di Kota Makassar, namanya Om Kris Paulus dan Ketua Jaringan Losari Community bernama Om Jo panggil kita semua untuk diskusi agar membentuk komunitas khusus orang-orang NTT,” jelasnya.
Tedy mengakui bahwa pada awalnya komunitas Flobamora tidak berjalan dengan mudah. Sempat terjadi konflik internal, sehingga membuat banyak pihak membuat komunitas baru. Seiring berjalannya waktu, komunitas ini semakin solid dan bertahan hingga sekarang.
Tison laku Humas Flobamora, menjelaskan alumni dari komunitas ini telah tersebar luas ke seluruh penjuru Tanah Air. Mereka yang awalnya bergabung di komunitas yang ada di Makassar, kemudian termotivasi untuk membentu komunitas sendiri.
Untuk sistem rekruitment, Tison menjelaskan, komunitas Flobamora terbuka untuk semua. Bahkan termasuk bagi orang-orang di luar NTT. Namun dalam hal pengamanan terdapat standar fisik yang harus dipenuhi.
”Kita terbuka untuk semua, karena kita juga merupakan komunitas sosial. Saat ini anggota kita sudah ada 70 orang. Ada lima orang perempuan,” jelasnya.
Selaku ketua, Tedy mengungkap bahwa komunitas Flobamora merupakan wadah sosial dengan komitmen persaudaraan yang kuat. Bila terdapat anggota ataupun pihak eksternal yang membutuhkan bantuan, pihaknya akan membantu sebisa mungkin.
Ditanya tentang pengalaman paling berkesan menjadi seorang bodyguard, Tedy menyebut bahwa dirinya sudah mengawal berbagai event. Salah satu momen yang berkesan dalam event, yakni acara besar seperti konser musik rock, di mana kerap terdapat penonton yang berada dalam kondisi mabuk.
Untuk penanganannya, Tedy menyampaikan bahwa hal tersebut harus ditangani secara persuasif. Bila kondisi sudah dalam keadaan urgent, dirinya akan memanggil pihak kepolisian untuk proses selanjutnya.
“Kita harus tegas tapi tetap ramah. Kadang di event konser ada penonton yang mabuk, itu kita usahakan bicara baik-baik. Kalau sudah urgent kita panggil pihak kepolisian,” tandasnya.
Sementara Tison menjelaskan, dalam mengawal seorang artis di suatu event memberikannya pengalaman tersendiri. Menurutnya, seorang artis memiliki mood tersendiri. Bila sudah berada dalam backstage terdapat orang-orang yang ingin langsung menerobos untuk meminta foto, hal tersebut tidak diperbolehkan. Sebab ada prosedur yang harus dilalui yang membutuhkan persetujuan dari LO.
“Artis juga ada moodnya. Nah… biasa ada yang mau masuk backstage untuk langsung minta foto, sedangkan itu harus melalui persetujuan LO,” terangnya.
Dalam mengawal sebuah event konser musik komunitas, pihaknya juga sering mendapati penonton yang membawa benda tajam. Karena itu dalam pengawalan harus senantiasa teliti di setiap sudut-sudut event.
Diakui Tison, menjadi seorang pengawal event, merupakan hobi yang menghasilkan. Ia yang memang hobi menonton konser musik kini mendapatkan penghasilan dari setiap pengawalan yang ia lakukan bersama rekan-rekannya.
“Saya hobi nonton konser. Kita bisa ketemu dan nonton langsung artis tanpa beli tiketnya. Kita harus tetap profesional,” tandasnya.
Untuk menjadi seorang bodyguard, Tedy mengatakan harus menjaga kondisi fisik. Hal yang penting dilakukan adalah menjaga pola makan, olahraga rutin, serta isterahat yang cukup. (yus)
