MAKASSAR, BKM–Pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Sulsel nomor urut dua Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) juga menang besar di Kota Makassar yang awalnya dikenal sebagai basis pemilih Paslon nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad (DIA).
Sebagai wali kota Makassar dua periode, Danny yang maju berpasangan dengan Azhar Arsyad, harusnya bisa mendulang dukungan signifikan di semua kecamatan. Apalagi jumlah pemilih di Makassar tertinggi di Sulsel, yakni di atas satu juta.
Berdasarkan hasil quick count dan real count di TPS, Andalan Hati meraih dukungan 60,65 persen, sementara Danny-Azhar hanya mampu mendulang suara 39,35 persen suara.
Dari data real count yang masuk di 1.865 dari total 1.877 TPS di Makassar hingga Kamis (28/11) malam, Paslon Andalan Hati mampu mengalahkan DIA.
Hasil real count berdasarkan formulir C1 ini juga hampir sama dengan hasil hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei yang menempatkan Andalan Hati meraih suara sekitar 59 persen suara.
Selain Makassar, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, Andalan Hati mampu unggul di 21 daerah. Beberapa daerah, Paslon nomor urut dua ini menang mutlak di atas 80 persen, seperti di Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Bone. Sisanya, sebagian besar di atas 70 persen dan di atas 60 persen.
Meski sudah dipastikan memenangkan Pilgub Sulsel berdasar hasil quick count dan real count di atas 70 persen, namun Palson Andalan Hati justru tetap menghargai semua proses yang sedang berjalan di KPU. Duet ini, tetap menunggu hasil resmi atau penetapan KPU.
“Mari tetap kita hargai semua proses yang berjalan di KPU Sulsel. Tetap jaga suasana kondusif dan ketentraman,”ujar Fatmawati Rusdi, Jumat (29/11).
Sebelumnya, Andi Sudirman Sulaiman juga memberi apresiasi khusus kepada segenap tim, relawan, simpatisan, dan masyarakat Sulsel yang telah memberikan kepercayaan selama ini.
“Terima kasih atas kerja keras tim dan relawan, serta dukungan masyarakat ke Andalan Hati,”ujar Andi Sudirman Sulaiman sesaat setelah hasil quick count dirilis beberapa lembaga survei, Rabu (27/11).
Adi Suryadi Culla dan Anzhari Muin Puji Abdalan Hati
PASLON gubernur dan wakil gubernur Sulsel nomor urut dua, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) berhasil memenangkan kontestasi Pilgub Sulsel 2024 berdasarkan hasil quick count.
Tidak main-main kemenangan yang diraih bahkan melebihi ekpektasi semua pihak, dimana Andalan Hati menang dengan capaian suara mencapai 76,34 persen.
Juru Bicara Andalan Hati, Muhammad Ramli Rahim (MRR) mengaku sangat mensyukuri kemenangan tersebut karena diraih dengan cara bermartabat, bahkan tanpa politik uang.
“Alhamdulillah Andalan Hati menang tanpa money politik. Jadi selama ini orang-orang salah kalau mempersepsikan bahwa Pilgub akan dimenangkan dengan uang, dan kita berhasil buktikan itu tidak benar,” ujar MRR.
“Kemenangan Andalan Hati diraih dengan cara yang bermartabat dan jujur, serta dengan cara yang baik dan tidak curang,”jelasnya.
Menurut MRR, kemenangan Andalan Hati patut menjadi pelajaran untuk proses demokrasi yang baik di Indonesia. Dimana keduanya, selama tahapan Pilgub, betul-betul hanya berupaya meyakinkan masyarakat memilih mereka.
“Andalan Hati telah menawarkan berbagai macam program yang diterima oleh masyarakat, ditambah mereka juga memang sudah berbuat banyak untuk masyarakat secara nyata. Sehingga kepercayaan inilah yang menjadi buahnya,” ungkapnya.
Pengamat politik Unhas, Dr Adi Suryadi Culla menilai, ada banyak faktor yang membuat Andalan Hati bisa menang telak meski tanpa politik uang. Salah satunya karena sudah begitu dipercaya oleh masyarakat.
“Pertama, karena masyarakat kita memang sudah mempercayai kepemimpinan Andalan Hati sebagai incumben. Khususnya Pak Andi Sudirman yang selama menjadi Gubernur Sulsel (2021-2023) telah memperlihatkan kerja yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kemudian, lanjut dia, kedua adalah pembangunan atau kemajuan Sulsel di tangan Andi Sudirman dilihat begitu nyata oleh masyarakat Sulsel.
“Apalagi Andi Sudirman hampir tidak punya cacat yang bisa mereduksi posisinya sebagai calon gubenur di Pilgub Sulsel 2024. Inilah yang membuat keterpilihannya sangat tinggi,” bebernya.
Selanjutnya yang ketiga, kata Adi Suryadi Culla, faktor kekuatan politik yang menyokong Andalan Hati. Ia melihat, paslon yang mengusung visi dan misi “Sulsel Maju dan Berkarakter” itu bukan hanya punya partai politik (parpol) dominan, akan tetapi kekuatan akar rumput yang menyebar.
“Berbeda dengan rivalnya, yang kalau kita analisis punya kekuatan tidak seimbang. Sebagai incumben, tentu Andi Sudirman punya jaringan politik yang luas di 24 kabupaten/kota, sedangkan lawannya hanya kuat di satu kota saja,” beber dia.
“Dan tentu Andalan Hati tidak bisa dilepaskan dari tim yang memback-up, ada mesin politik yang punya pengaruh besar, terutama di tingkat bawah. Tidak hanya dari dukungan parpol yang dominan, tapi kerja tim sukses juga pengaruh, mereka sudah kerja dengan sangat intensif bahkan sebelum Pilkada,” tegasnya.
Terpisah, sahabat dekat Andi Amran Sulaiman, Anzhari Muin yang secara konsisten mengawal Andalan Hati menyampaikan rasa syukur atas kemenangan yang sangat bermartabat dan terhormat diraih. “Alhamdulillah ini adalah kemenangan yang sangat bermartabat dan terhormat dimenangkan Andalan Hati,” ucapnya.
Diketahui, berdasarkan hasil quick count dari Lembaga Survei Indikator, Andalan Hati menang telak dengan raihan suara 76,34 persen. Sedang Paslon Danny Pomanto-Azhar Arsyad kalah hanya meraih 23,66 persen. (rif)
