SEBANYAK 40 wartawan dari media cetak, online, televisi, dan radio, ikut meramaikan kegiatan Media Gathering (MG) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), selama dua hari, yakni Minggu-Selasa, 1 Desember hingga 3 Desember 2024, di Jakarta.
Dengan penuh semangat, Kepala OJK Provinsi Sulsel dan Sulbar, Darwisman memaparkan materinya setebal 47 halaman, di Ballroom Hotel Grand Hyatt Jakarta, Minggu (1/12).
Mengawali pemaparannya, Darwisman mengangkat tentang 8 Misi Asta Cita Bersama Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045 Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Darwisman mengatakan, sektor jasa keuangan juga memiliki peran dalam mendukung Asta Cita. Seperti memastikan stabilitas keuangan melalui fungsi pengaturan dan pengawasan LIK serta penerapan tata kelola yang baik.
Mendorong Akses Keuangan yang Inklusif. Termasuk kelompok yang selama ini kurang terlayani. Seperti pelaku UMKM, petani, nelayan, masyarakat pedesaan dan penyandang disabilitas.
Mendorong Pembiayaan Sektor Strategis yang mendukung ekonomi berkelanjutan. Seperti sektor pertanian, perikanan, energi terbarukan, dan industri kreatif serta sektor hilirisasi dan industrialisasi.
Meningkatkan Literasi dan Edukasi Keuangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk keuangan. Memberantas Praktik Keuangan Ilegal sebagai upaya melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal. Seperti investor bodong, pinjaman online ilegal, dan kegiatan keuangan lain yang merugikan.
Juga, Mengembangkan Perekonomian Daerah dengan membantu pemerintah daerah dalam memetakan potensi dan produk unggulan yang dapat menggerakkan perekonomian daerah.
Semangat Darwisman memaparkan materinya tanpa jeda atau tanpa istirahat semisal minum air yang telah disediakan panitia selama hampir empat jam, membuat para wartawan juga bersemangat mendengarkannya. Meski harus didera hawa dingin dari AC hotel yang diresmikan Presiden kedua RI, HM Soeharto, pada 28 Maret 1991 ini.
Menurut Darwisman, salah satu program dari Presiden Prabowo Subianto yang akan membuat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah pemberian makan gratis bagi kalangan pelajar dari berbagai jenjang yang jumlahnya mencapai puluhan juta orang.
”Bisa dibayangkan betapa bergeliatnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan nelayan di Tanah Air, termasuk di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat jika ada jutaan anak sekolah yang harus diberikan makan gratis 4 sehat 5 sempurna setiap hari dengan anggaran Rp15 ribu per orang. Beras petani akan terserap banyak untuk pasar dalam negeri, ikan hasil tangkapan nelayan, peternak ayam, sapi, dan kerbau, peternak ayam petelur, serta petani sayuran dan buah. Ditambah para pelaku UMKM yang mengolah seluruh bahan ini untuk dijasikan makanan yang akan disantap para anak sekolahan yang menjadi sasaran makan siang gratis,” jelas Darwisman.
Pada kesempatan tersebut, Darwisman juga memaparkan perkembangan perbankan di Provinsi Sulsel secara year on year Oktober 2023 ke Oktober 2024. Baik dari sisi Aset, DPK (dana pihak ketiga), dan kredit, masing-masing sebesar 7,23 persen, 8,71 persen, dan 6,90 persen.
”Untuk Aset secara year on year atau Oktober 2023 sebesar Rp187,60 triliun (T) menjadi Rp202,51 T di Oktober 2024 (tumbuh 7,23 persen), DPK dari Rp125,15 T menjadi Rp135,78 T (tumbuh 8,71 persen), serta Kredit dari Rp153,98 T menjadi Tp164,64 T (tumbuh 6,90 persen),” kata Darwisman.
Sedangkan perbankan berdasarkan kegiatan usaha untuk Aset, DPK, dan Kredit atau pembiayaan hingga Oktober 2024, perbankan konvensional masih lebih mendominasi dibandingkan perbankan syariah.
Misal untuk Aset, bank konvensional Rp186,17 T dan bank syariah Rp16,34 T (91,93 persen), DPK bank konvensional Rp124, 17 T dan bank syariah hanya Rp11,61 T (91,45 persen), serta Kredit bank konvensional Rp150,84 T dan bank syariah Rp13,78 T (91,63 persen).
”Kita tentu berharap dengan semakin makin massifnya kegiatan literasi keuangan kepada masyarakat, maka semangat masyarakat untuk bertransaksi di lembaga keuangan syariah akan semakin meningkat pula, seiring dengan makin begeliatnya iklim usaha dan berusaha di daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat,” tutur Darwisman bersemangat. (bersambung)
