MAKASSAR, BKM–Pasca terpilihnya pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) pada kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel serta pemilihan wali kota (Pilwali) yang dimenangkan oleh Paslon Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilhyam (MULIA) versi hitung cepat.
Menurut Ketua Bappilu DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Andi Januar Jaury Dharwis, kedua Paslon pemenang merupakan usungan Partai Demokrat sehingga memiliki kemiripan visi misi serta program yang diantaranya menghadirkan stadion olahraga berstandar nasional/International. Mengingat pusat kegiatan olah raga Sulsel yang mayoritas berada di Kota Makassar adalah hal yang wajar jika rencana lokasi di kota Makassar dan sekitarnya.
Jika diinventarisasi titik potensi ada beberapa alternatif yakni Mattoanging, Sudiang, Untia (Pemkot Makassar) serta Barombong. Pada pilihan ini, Partai Demokrat Sulsel yang mengontrol tujuh anggota fraksi di DPRD Sulsel dan tiga anggota fraksi di DPRD Kota Makassar mengusulkan lokasi pembangunan yang bersifat merampungkan adalah Stadion Barombong.
Pertimbangan utama dikarenakan sudah ratusan miliar rupiah uang rakyat yang telah dihabiskan untuk pembangunan Stadion Barombong ini yang kini menjadi sorotan. Proyek yang mangkrak selama bertahun-tahun ini apakah kita biarkan begitu saja menjadi monumen pemborosan? Padahal jika dikonversi setiap rupiah uang rakyat ini sangat berharga untuk manfaat ekonomi yang sistematis dan mengantar kesejahteraan.
“Partai Demokrat mendorong adanya sinergi antara Paslon Andalan Hati dan MULIA untuk menyelesaikan pembangunan stadion tersebut. Langkah ini dinilai krusial agar dana yang telah digunakan tidak terbuang percuma dan masyarakat dapat segera menikmati fasilitas olahraga yang telah lama diimpikan. Kita tidak bisa membiarkan ratusan miliar uang rakyat terbengkalai begitu saja. Stadion Barombong adalah aset penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan, hub fasilitas olahraga bagi Kota Makassar dan kelanjutannya membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Pemprov dan Pemkot,”ujar Andi Januar.
Partai Demokrat juga menyarankan agar pembentukan tim khusus yang melibatkan berbagai pihak terkait dilakukan segera. Tim ini bertugas memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelesaian masalah yang menjadi temuan, alas hak tanah, kelanjutan proyek, termasuk mengevaluasi kebutuhan anggaran tambahan serta mempercepat pelaksanaan pembangunannya. Pembangunan stadion barombong ini bukan hanya untuk meningkatkan fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan daya saing daerah dalam menyelenggarakan even olahraga tingkat nasional dan internasional.
Sikap Partai Demokrat ini tentu menjadi harapan yang sama masyarakat dan berharap desakan ini mendapat respons cepat dari pemerintah daerah agar proyek mangkrak ini tidak hanya menjadi monumen kekecewaan, tetapi menjadi kebanggaan daerah yang mampu mendukung perkembangan olahraga lokal dan nasional. “Kami yakin masyarakat menyambut baik inisiatif ini, berharap bahwa kehadiran Stadion Barombong kelak menjadi fasilitas olahraga yang lebih baik dapat mencetak lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional,”jelas mantan Ketua Komisi C DPRD Sulsel ini.

