KONTESTASI pemilihan kepala daerah telah usai. Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah memproses hasil dari perolehan suara masing-masing pasangan calon. Sebagai masyarakat kita harus senantiasa menjaga suasana yang kondusif dengan menghindari dan tidak menggunakan narasi-nasasi yang cenderung provokatif.
Kita selaku masyarakat harus memahami jika pilkada merupakan sarana untuk memilih pemimpin yang akan menuntun arah kebijakan daerah lima tahun ke depannya. Oleh karena penting bagi kita untuk menciptakan suasana pilkada yang damai dan bermartabat.
Dalam rangka mewujudkan suasana yang kondusif usai pilkada, kita harus menghargai perbedaan pilihan dan memberikan ruang kepada institusi yang berwewenang guna melaksanakan seluruh rangkaian proses pemilihan.
Setiap orang memiliki hak untuk memilih pemimpin sesuai dengan nuraninya. Karena itu kita harus menghormati pilihan orang lain, dan turut serta dalam mengawal seluruh rangkaian proses yang tengah berlangsung.
Pilkada merupakan sarana bagi warga negara untuk memberikan suara mereka demi memilih seorang pemimpin yang akan mewakili kepentingan publik. Oleh sebab itu segala bentuk rangkaian dalam proses pemilihan harus disambut secara damai dan riang gembira guna menjaga kondusifitas di tengah-tengah masyarakat.
Dalam rangka menciptakan itu, semua kalangan masyarakat harus memahami akan pentingnya menjaga ketertiban selama dalam seluruh rangkaian proses pemilihan. Kita juga harus menyadari jika semua pihak harus bekerja sama untuk mencegah potensi kerusuhan dan konflik yang dapat mengganggu ketertiban dalam proses pelaksanaan perhitungan suara yang tengah berlangsung.
Dalam fase perhitungan suara, institusi terkait harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi sebagai bentuk transparansi agar dapat mewujudkan pilkada yang damai dan bertoleransi. Pilkada merupakan pesta demokrasi milik rakyat, yang pada akhirnya semua demi kepentingan orang banyak.
Ajang pilkada juga menjadi yang istimewa bagi bangsa dan negara Indonesia untuk mewujudkan kehidupan demokrasi yang berkualitas, sehingga hasil yang positif selama lima tahun ke depan dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Semua kalangan masyarakat juga harus waspada akan penyebaran berita bohong atau hoaks. Salah satu tantangan dalam mewujudkan pilkada yang kondusif adalah massifnya penyebaran hoaks, yang dampak sangat besar. Karena berita yang dikirim tanpa verifikasi bisa menjadi sumber ketidakpastian dan kebingungan dari masyarakat sipil.
Adapun dampak yang ditimbulkan dengan adanya berita hoaks akan sangat luar biasa. Antara lain berupa situasi politik yang tidak kondusif, serta dapat mengancam kerukunan di tengah masyarakat. Penyebaran berita hoaks sering terjadi di media sosial dengan tujuan memengaruhi pola pikir masyarakat.
Penyebaran informasi hoaks ini tentunya sangat berbahaya apabila dilakukan secara terus-menerus, karena akan membuat orang yang tidak teredukasi akan menjadi percaya sehingga merusak iklim demokrasi kita.
Sebagai masyarakat kita tentu menginginkan proses pemilihan yang damai dan bertoleransi. Karena itu, untuk memberantas penyebaran hoaks membutuhkan akomodasi dari pihak penyelenggara. Maka dalam mengantisipasi penyebaran berita hoaks, setiap kandidat harus mengimbau kepada seluruh relawan dan basis pendukung untuk senantiasa menjaga kondusifitas pemilihan dan menghindari narasi yang tidak memiliki sumber kredibel dalam penyebarannya. (yus)
