PAREPARE, BKM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wilayah Parepare-Barru menggelar Orientasi Kewartawanan, Keorganisasian dan Musyawarah Kerja (Musker) yang diselenggarakan Pengurus Daerah PWI Kota Parepare di Cafe Lagota Kota Parepare, Kamis (5/12).
Kapolres Parepare AKBP Arman Muis hadir didampingi Kasat Intelkam Polres Parepare dan diikuti oleh jurnalis dari berbagai daerah. Tema kegiatan Wartawan Profesional, Mandiri di Era Digital,” bertujuan memperkuat profesionalisme dan kemandirian wartawan dalam menghadapi tantangan di era digital.
Kapolres Parepare AKBP Arman Muis menyampaikan dukungannya terhadap upaya penguatan peran jurnalis. “Peran wartawan sangat penting dalam menjaga keseimbangan informasi di masyarakat, terutama di tengah perkembangan teknologi digital.
“Kegiatan ini sangatlah positif dan hari ini para insan pers (wartawan) antusias mengikuti kegiatan tersebut,”jelasnya.
”Mereka yang hadir ingin tau bagaimana perkembangan era saat ini khususnya di era digital, Sehingga teman teman media bisa memberikan dan menyajikan pemberitaan tidak menyalai aturan atau undang undang Pers,” jelasnya
Dia menambahkan era sekarang siapapun bisa membiarkan informasi atau berita berita dimedia sosial, namun terikat dengan aturan dan undang-undang bahwa setiap orang yang memberikan berita yang tidak sesuai dengan fakta itu akan di jerat dengan undang-undang ITE.
Kapolres Parepare berharap dengan adanya kegiatan ini para insan press dapat memberikan berita sesuai dengan fakta, teman media bisa bekerja dengan profesional dan bisa membiarkan informasi yang akurat dan melayani masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan insan pers, sekaligus memperkuat peran wartawan dalam memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua PWI Parepare-Barru Abdul Razak Arsyad menjelaskan kegiatan orientasi ini sebagai pengganti dari kegiatan Diklat yang pernah digelar tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan putusan kongres PWI bahwa Diklat ditidakan dan penggantinya adalah orientasi berupa perkenalan tentang kewartawanan dan keorganisasian.
“Tujuan dari kegiatan ini agar teman-teman media yang masih pemula diajak untuk mengetahui undang-undang pers dan kode etik dan tata cara menulis berita dengan baik,” jelasnya.
Dia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa melahirkan wartawan berkualitas, memahami UU Pers. ”Semoga adanya kegiatan orientasi ini bisa memberikan manfaat bagi wartawan pemula dalam menyajikan berita sesuai fakta,” pungkusnya. (mup/C)

