pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sukri: Karena Gagal Meraih Simpati Saat Menjabat

IST Prof Dr Sukri Tamma

MAKASSAR, BKM–Pengamat politik dari Unhas Makassar, Rizal Pauzi menilai gagalnya keluarga bupati dan mantan bupati sebagai penerus takhta salah satu penyebabnya karena terlalu percaya diri alias Pede.

“Menurut saya bahwa kerabat pejabat ini umumnya terlalu percaya diri bisa memenangkan pertarungan,” jelasnya, Senin (9/12).
Menurutnya, dinamika di lapangan berbeda. Bahkan politik kapan saja berubah. Apalagi para penantang memiliki kekuatan dan instrumen yang kuat menghadapi penguasa.
“Jadi, fenomena yang lain adalah bahwa penantang ini lebih siap dalam artian penantang yang maju itu adalah serius ingin bertarung punya infrastruktur, punya amunisi punya dukungan elit,” tuturnya.

Direktur politik Profetik Institute, Asratillah mengatakan, demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang memberikan kekuasaan kepada rakyat, telah menjadi fondasi bagi banyak negara di seluruh dunia.

“Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kita telah menyaksikan kemunduran yang mengkhawatirkan dalam praktik demokrasi,” katanya.
Menurutnya, fungsi demokrasi adalah adanya suksesi kekuasaan, karena demokrasi itu berawal dari asumsi bahwa tidak ada manusia yang sempurna dalam memegang kekuasaan, ya sebaik apapun dia, sekaya apapun dia, bahkan serius apapun itu.
Guru besar ilmu politik Unhas Prof. Dr. Sukri Tamma menyebut ada sejumlah penyebab gagalnya petahana dan keluarga kepala daerah karena gagal meraih simpati masyarakat saat menjabat.

“Tentu punya alasannya masing-masing. Tetapi pada umumnya saya lihat, memang yang menjadi penting dalam melihat hal ini bahwa para petahana dan keluarga petahana tumbang ini mungkin belum dianggap meraih simpati dan empati” ujar Sukri.

Menurutnya, ada kemungkinan penantang petahana atau keluarga kepala daerah lebih menjanjikan. Langkah mereka untuk melawan petahana atau keluarga kepala daerah pun semakin mulus bila ada catatan minor dalam kepemimpinan sebelumnya.
“Di beberapa tempat, kita mencermati bahwa ada juga dari masyarakat melihat kandidat penantang lebih menjanjikan. Apalagi kalau kandidat sebelumnya mempunyai kesalahan atau tidak cukup berhasil,” katanya. (rif)



×


Sukri: Karena Gagal Meraih Simpati Saat Menjabat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link