pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pendidikan Politik Masih Kurang

Alisa Bahar Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar

PENDIDIKAN politik adalah elemen mendasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk Generasi Z, terhadap pemilu dan sistem demokrasi. Namun di Indonesia, pendidikan politik masih belum menjadi prioritas dalam sistem pendidikan formal.

Kurikulum yang ada kurang menyoroti pentingnya hak pilih, mekanisme demokrasi, serta bagaimana kebijakan pemerintah memengaruhi kehidupan sehari-hari. Akibatnya, banyak Generasi Z yang tidak memiliki pemahaman mendalam tentang peran pemilu sebagai sarana partisipasi dalam menentukan arah kebijakan nasional.

Kurangnya pendidikan politik juga menghambat Generasi Z dalam memahami proses pemilu dan memanfaatkan hak pilih mereka secara optimal. Sebagian besar dari mereka tidak mengetahui tata cara pendaftaran pemilih, cara menilai kandidat yang kredibel, atau dampak suara mereka terhadap sistem demokrasi.
Kondisi ini diperburuk dengan minimnya media pembelajaran yang relevan dan menarik bagi anak muda, sehingga banyak dari mereka menganggap politik sebagai sesuatu yang membosankan atau tidak memiliki kaitan langsung dengan kehidupan mereka.

Tanpa pendidikan politik yang baik, Generasi Z berpotensi menjadi kelompok yang apatis terhadap politik. Mereka cenderung tidak percaya pada sistem yang ada atau merasa bahwa suara mereka tidak memiliki pengaruh yang signifikan.

Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk mengembangkan pendidikan politik dengan pendekatan kreatif dan mudah dipahami. Langkah ini dapat membantu Generasi Z memahami pentingnya pemilu sebagai alat untuk mewujudkan perubahan dan memastikan mereka berperan aktif dalam proses demokrasi.

(mg2)



×


Pendidikan Politik Masih Kurang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link