MAKASSAR, BKM — Hujan deras yang mengguyur, Minggu (15/12) membuat Makassar dikepung banjir. Hampir seluruh wilayah di ibu kota Provinsi Sulsel ini terendam. Pepohonan juga bertumbangan di berbagai tempat akibat angin kencang.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Akhmad Hendra Hakamuddin melaporkan sejumlah wilayah yang sudah tergenang air. Di antaranya Jalan Korban 40.000 Jiwa Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, ketinggian air mencapai 20-25 cm.
Di Jalan Dg Regge Kelurahan Wala-walaya, Kecamatan Tallo, ketinggian air 15-20 cm. Jalan Ir Juanda Kelurahan Ujungpandang Baru, Kecamatan Tallo, ketinggian 25-30 cm. Jalan Ade Irma Nasution Kelurahan Wala-walaya, Kecamatan Tallo, ketinggian air 20-30 cm.
Jalan Gatot Subroto Kelurahan Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo, ketinggian air 15-25 cm. Jalan Sinassara Lorong 1A Kelurahan Kalukubodoa, Kecamatan Tallo ketinggian 5-15cm.
Sementara di Jalan Penghibur, ketinggian air 25-40cm. Jalan Yosef Latumahina ketinggian air 15cm-35cm. Jalan Arif Rate-Hasanuddin, dari hasil pantauan atau assesment tim, ketinggian air mencapai 15cm hingga 30cm. Jalan Sulawesi, ketinggian air kisaran 15cm-50cm.
Di Jalan Kalimantan ketinggian air kisaran 10cm-35cm. Jalan Nusantara di kisaran 20 cm-34cm. Jalan Permandian 2 Lorong 2 ketinggian air kisaran 10 cm-25 cm. Sementara Jalan Permandian 1, ketinggian air kisaran 10cm-30cm.
Di Jalan Poros Paccerakkang, Kelurahan Biringkanaya, akses jalan terputus di depan Perum Pemda Sulsel karena ketinggian air mencapai 50 hingga 70 cm.
Kemacetan parah pun kembali terjadi di ruang Jalan AP Petta Rani. Pengendara yang belok kiri dari Jalan Hertasning harus memperlambat laju kendaraan. Banjir terlihat menggenangi badan jalan sejak dari Jalan Hertasning, depan kantor DPRD Makassar, BKKBN Sulsel, depan kantor Pos hingga pintu naik ke jalan tol layang.
Akhmad Hendra mengatakan, salah satu rumah sakit swasta, yakni Rumah Sakit Islam Faisal Makassar yang berlokasi tak jauh dari Jalan AP Petta Rani, juga tergenang air. Sejumlah ruang perawatan di lantai satu di rumah sakit yang terletak di Jalan RSI Faisal, Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini terendam air dengan ketinggian hingga 20 cm. “Kita dapat informasi bahwa air perlahan masuk ke RS Faisal,” ucap Akhmad Hendra, kemarin.
BPBD Makassar pun langsung menurunkan personel untuk melakukan pengecekan serta persiapan evakuasi di rumah sakit tersebut. Hasil pantauan tim di lapangan, ruang Perawatan Dua (bangsal) terendam air. Seluruh pasien yang berada di dalamnya dievakuasi ke lantai dua.
“Kami sudah kirim tim advance, rescue dan medid. Di sana pasien di bangsal sudah ditempatkan di tempat lebih aman. Untuk pasien di ICU kami masih menunggu informasi laporan,” jelasnya.
Di Jalan Inspeksi Kanal, RT 04/RW 03, Kelurahan Mandala, Kecamatan Mamajang, banjir menyebabkan sejumlah warga mengungsi ke Masjid Al Kudus. “Di sana, sebanyak 8 KK, 17 jiwa terpaksa harus mengungsi ke Masjid Al Kudus. Evakuasi warga lansia dan ibu hamil dan anak anak yang rentan dilakukan menggunakan perahu karet,” jelasnya.
Sementara itu, sejumlah wilayah yang kerap menjadi langgan banjir, baik ke Kecamatan Manggala maupun Kecamatan Biringkanaya masih tetap terendam banjir. Lokasi pengungsian di Masjid Jabal Nur Jalan Biola 18 Blok 10 RT 04/RW 11, Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala tercatat 20 KK 65 jiwa yang sudah mengungsi.
Di Kelurahan Pattunuang, sebanyak 34 KK 103 jiwa terpaksa mengungsi ke Masjid Nurul Islam Jalan Bulusaraung, Kecamatan Wajo.
Sementara itu, di Perumahan Kodam 3 Kecamatan Biringkanaya situasi masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Begitu juga di Kelurahan Katimbang, dan Blok AF3, termasuk di Perumahan Bukkangmata Residence yang kerap menjadi langganan banjir.
Di Jalan Mallengkeri Kompleks Griya Dayu Putrindo 1 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, warga melaporkan wilayah perumahan banjir karena drainase tersumbat.
Melalui call centre 112, kemarin tercatat sejumlah warga melaporkan kejadian pohon tumbang. diantaranya Jalan Sultan Alauddin (depan Brimob). Di Jalan AR Hakim Kelurahan Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo, Jalan Garuda, pohon tumbang menimpa dua rumah, yakni Blok G-8 dan rumah G-9.
Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Dr Sutomo Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujungpandang. Begitu juga di Jalan Muh. Jufri Lorong Wisata Osaka RT 01/RW 04 Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, serta di Jalan Hati Murah No.23 Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso.
Prediksi Cuaca BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk di beberapa daerah seperti Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Gowa, Takalar, Bantaeng, dan Jeneponto.
Prakirawan BMKG Asriani Idrus, menyampaikan bahwa hujan intensitas sedang hingga lebat diprediksi masih berlangsung. Namun, intensitas hujan pada malam hari diperkirakan akan menurun. Hujan di beberapa wilayah disertai angin kencang, petir, dan kilat.
“Minggu ini sangat berpotensi hujan ringan hingga lebat, terutama di Sulsel bagian barat. Termasuk Makassar,” ucap Asriani Idrus yang dikonfirmasi, Minggu (15/12).
BMKG memprediksi hujan akan berlangsung hingga 23 Desember. Meski begitu, curah hujan untuk Senin (16/12) hari ini, diperkirakan akan menurun dibanding sehari sebelumnya.
Intensitas hujan akan kembali meningkat pada 17 hingga 23 Desember mendatang.
“Mulai 17 hingga 23 Desember, curah hujan akan terus meningkat dengan intensitas yang masih dalam kategori sedang hingga lebat,” jelasnya.
Hujan dengan kategori ekstrem terjadi jika curah hujan lebih dari 150 mm per hari. Puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada Januari 2025. Untuk itu masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana.
“Tanah sudah mulai jenuh karena hujan beberapa hari. Jadi, kadang hujan sebentar sudah mulai tergenang,” terangnya. (rhm-jun)
