MAKASSAR, BKM — Salah satu industri pengelola sampah di Indonesia, Recovered Indonesia (RECO) meluncurkan RECOllection, di Hotel Golden Tulip Essential Makassar, Sabtu (14/12/2024).
Direktur RECO, Alex Chandra mengatakan, RECOllection adalah sebuah aplikasi digital inovatif yang dirancang untuk merevolusi pengelolaan sampah plastik di Indonesia.
Aplikasi ini, kata Alex, fokus pada pemberdayaan jaringan pengumpulan sampah plastik informal dan memperkenalkan teknologi pelacakan serta pencatatan yang transparan guna meningkatkan efisiensi dan akurasi di sepanjang rantai pengelolaan sampah.
“Sebagai negara dengan kontribusi kebocoran plastik ke laut terbesar kedua di dunia, Indonesia menghasilkan hampir 8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya. Namun hanya kurang dari 10% yang berhasil didaur ulang,” jelas Alex dalam rilisnya, Senin (16/12/2024).
Menurutnya, ketidakefisienan dalam sistem pengelolaan sampah, terutama di wilayah pesisir dan daerah terpencil, menjadi tantangan besar yang menghambat upaya nasional dalam mengurangi polusi plastik.
Ia menjelaskan, RECOllection adalah platform digital yang merevolusi rantai pengelolaan sampah plastik di Indonesia dengan memberdayakan jaringan pengumpul sampah informal melalui teknologi pelacakan yang transparan dan terintegrasi.
Ia mengungkapkan, aplikasi ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan fitur-fitur unggulan.
Adapun fitur-fitur tersebut adalah Autentikasi Dua Langkah yang hadir untuk menjamin keamanan dan transparansi setiap transaksi, termasuk jenis dan bobot sampah yang disetorkan.
Berikutnya adalah fitur Pelacakan Geolokasi berguna untuk melacak sumber sampah secara akurat menggunakan teknologi geolokasi atau GPS.
Ada juga fitur Sistem Pembukuan Digital. Dengan fitur ini, setiap transaksi tercatat secara detail dalam sistem pembukuan yang dapat diakses dengan mudah dan cepat.
Alex mengatakan, setelah aplikasi ini diluncurkan, tujuannya adalah
mengumpulkan dan mendaur ulang 3.000 ton sampah plastik dalam 12 bulan.
Menciptakan 100 lapangan pekerjaan dengan kondisi kerja yang aman dan layak.
Selain itu juga, katanya, untuk mendigitalisasi dan meresmikan 40 pengumpul sampah plastik informal sektor.
“Dengan RECOllection, kami optimis dapat mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah di Indonesia menjadi lebih efisien, transparan, dan inklusif. Aplikasi ini tidak hanya berkontribusi mengurangi polusi plastik, tetapi juga memberdayakan pekerja informal dan meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal, terutama di daerah pesisir,” katanya.
Melalui misi RECO, yaitu “Menyelesaikan Masalah Sampah Indonesia, Satu Kota pada Satu Waktu” RECO berkomitmen untuk terus mengurangi polusi plastik, memberdayakan pekerja informal, dan mendukung komunitas lokal.
Hadir dalam kegiatan tersebut dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Gowa dan beberapa pihak lainnya.(rls)
