Site icon Berita Kota Makassar

Diperiksa Hingga Subuh, Annar Masih Saksi

GOWA, BKM — Sempat mangkir dari panggilan penyidik Polres Gowa, Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) akhirnya muncul. Ia datang langsung ke mapolres pada Kamis malam (26/12). Hingga kemarin ia masih berada di kantor polisi. ASS memenuhi panggilan kedua dari penyidik.

Meski ASS tidak masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi, namun sosoknya menjadi penting dan sangat dicari. Dari dia diharapkan ada keterangan penting terkait kasus pencetakan uang palsu, yang barang buktinya banyak ditemukan di kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

Sang pengusaha diduga mengetahui betul cara kerja jaringan produsen upal di kampus UINAM. Apalagi diketahui rumah ASS di Jalan Sunu menjadi tempat pertama untuk mencetak uang palsu, sebelum kemudian proses pencetakan dibawa masuk ke salah satu ruangan di Perpustakaan UIN pada September 2024 lalu.

Saat berada di mapolres, pengusaha ternama Sulsel asal Tana Toraja itu didampingi dua penasihat hukumnya. Mengenakan jaket hitam dan topi warna senada, dengan baju kaus dalam warna putih.
Kapolres Gowa AKBP Reonald Truli Simanjuntak menegaskan, hingga kemarin status ASS masih sebatas saksi dan belum tersangka, meski dalam kasus ini ia disebut berperan sebagai donatur pencetakan uang palsu.

“Pak ASS ini benar telah datang tadi malam (Kamis) dan langsung menjalani pemeriksaan untuk pengembangan dan pendalaman. Dia diperiksa sampai jam 4 subuh. Pemeriksaan masih akan berlanjut. Jadi dia masih status saksi. Kita lihat nanti peningkatan statusnya kalau selesai gelar perkara,” kata Reonald, Jumat (27/12).

ASS disebut-sebut menjadi sosok yang paling disebut-sebut dalam kasus upal yang cukup menghebohkan dalam beberapa pekan terakhir. Sesuai data yang dirilis Kapolres bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono beberapa waktu lalu, ASS ternyata yang mempertemukan sosok Syahruna dan Andi Ibrahim yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ibrahim diduga kuat sebagai pelaku utama dalam pencetakan upal di kampus UIN.

Sementara Syahruna dalam pengakuannya menyebut bahwa ASS yang memodali mencetak upal. ASS selama ini diketahui publik sebagai pengusaha besar dan kaya. Ia adalah komisaris dari Sulwood Group dan Siner Group yang bergerak di bidang izin usaha pemanfaatan hasil hutan, properti dan perdagangan umum. (sar)

Exit mobile version