Site icon Berita Kota Makassar

Isna Anugerah Syabania Inklusif Bagi Semua

SEBAGAI generasi Z, saya melihat pilkada, termasuk yang di Makassar, sebagai momen penting untuk menentukan arah pembangunan dan kebijakan di daerah. Salah satu hal yang menarik bagi kami adalah bagaimana media sosial dan teknologi memengaruhi cara kampanye dan partisipasi politik.
Banyak calon kepala daerah yang memanfaatkan platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter untuk menjangkau pemilih muda. Hal ini memungkinkan kami, sebagai generasi yang sangat terhubung dengan dunia digital, untuk lebih mudah mengakses informasi tentang kandidat dan program mereka. Namun, tentu saja, hal ini juga menimbulkan tantangan, seperti misinformasi atau kampanye hitam yang bisa dengan cepat menyebar.

Di sisi lain, banyak dari kami yang merasa bahwa pilkada, termasuk di Makassar, seringkali hanya fokus pada politisasi dan identitas, alih-alih isu-isu substantif yang memengaruhi kehidupan sehari-hari, seperti pendidikan, lapangan kerja, dan akses ke teknologi.
Ada kesan bahwa, meskipun banyak kandidat yang berbicara tentang kemajuan dan modernisasi, implementasi program-program tersebut sering kali terbentur pada realitas politik dan birokrasi yang tidak mudah diubah. Sebagai generasi yang sangat pragmatis, kami ingin melihat bukti nyata, bukan hanya janji-janji kampanye yang tidak berujung.

Namun, saya juga optimis karena pilkada memberi kami kesempatan untuk turut serta dalam proses demokrasi. Banyak anak muda yang sekarang mulai lebih aktif dalam organisasi atau gerakan sosial yang mendukung calon-calon tertentu, membawa suara dan aspirasi kami ke dalam arena politik.
Partisipasi kami bukan hanya soal memilih, tetapi juga mempengaruhi proses demokrasi secara keseluruhan. Kami semakin menyadari pentingnya melibatkan diri dalam diskusi politik, baik melalui forum-forum digital, acara kampanye, maupun gerakan sosial.

Ini memberi ruang bagi kami untuk lebih kritis terhadap kandidat dan mendiskusikan solusi terhadap masalah-masalah daerah, seperti ketimpangan sosial dan kesenjangan ekonomi.
Secara keseluruhan, pilkada di Makassar bisa menjadi ajang untuk membuktikan seberapa besar peran generasi muda dalam mengubah wajah politik daerah.
Kami ingin lebih banyak ruang bagi suara kami untuk didengar, dan berharap agar calon pemimpin yang terpilih dapat lebih sensitif terhadap aspirasi generasi muda yang ingin melihat perubahan konkret. Pada akhirnya, kami percaya bahwa politik yang sehat dan partisipatif dapat membawa Makassar, serta kota-kota lainnya, menuju masa depan yang lebih baik dan inklusif bagi semua kalangan.
(mg4)

Exit mobile version