Site icon Berita Kota Makassar

Usai Pemilu, Politisi Bisa Pindah Parpol

MAKASSAR, BKM–Pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) yang digelar 14 Februari lalu telah lama selesai, demikian pula dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024 juga telah berakhir.

Kini para tokoh politik, profesional, akademisi dan mantan birokrat termasuk kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih maupun yang gagal akan menguji partai lain, meski ada juga yang akan meninggalkan partai yang selama ini digelutinya.
Beredar isu jika Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DPW Partai Nasdem Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Anggota DPR RI Rusdi Masse Mappasessu (RMS) akan hengkang dan berecana bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif yang dihubungi membantah isu tersebut.
“Tidak betul, itu hanya issue yang dilempar orang yang tidak bertanggung jawab untuk peta konflik,”ujar Syaharuddin Arif, Rabu (1/1).
Menurut Syahar-panggilan akrab Bupati Sidrap terpilih ini RMS dan Nasdem Sulsel tetap fokus kerja untuk rakyat Sulsel.
“Apalagi di Pileg buat sejarah dan Pilgub serta Pilkada juga buat sejarah. Kawinkan dua kemenangan Pileg dan Pilkada 2024. Pilgub dan Pilkada sudah selesai, sudahimi issue murahan. Saatnya bekerja untuk masyarakat sulawesi selatan,”pinta mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.

Selain RMS, isu hengkang juga menimpa mantan Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI Samsu Niang. Syamsu Niang juga dikabarkan akan bergabung ke Partai Perindo.
Hanya saja, ketika dikonfirmasi Rabu (1/1), belum ada tanggapan dari Samsu Niang.

Seperti diketahui, sebelum RMS memimpin Nasdem Sulsel, awalnya merupakan politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) sebelum menjadi bupati. RMS kemudian mendapat amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Sidrap setelah terpilih sebagai bupati.
Demikian pula Samsu Niang, sebelum menjadi anggota DPR RI dari PDIP, pernah duduk di DPRD Makassar dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) bentukan Prof Dr Riyas Rasyid. (rif)

30 Kandidat Bukan Pengurus Partai Politik

PEMILIHAN kepala daerah (Pilkada) serentak di Sulawesi selatan, sedikitnya ada 30 kandidat atau calon yang bukan merupakan pengurus partai politik (Parpol).
Mereka mulai dari calon gubernur Sulsel terpilih Andi Sudirman Sulaiman, mantan birokrat Abd Rahman Bando, profesional Firdaus Daeng Manye sebagai calon bupati Takalar terpilih, dua calon wakil bupati Jeneponto yakni pengusaha Nur Alim Qadri dan mantan sekda Syaifuddin Natsir serta calon bupati Effendi Al Qadri.
Calon wakil bupati Selayar Muhtar dari birokrat.

Di Sinjai pasangan calon bupati dan wakil bupati Hj Ratnawati Arif berasal dari birokrat dan Mahyanto Mazda sebagai pengacara atau konsultan hukum, dua mantan birokrat di Bone yakni Andi Asman Sulaiman serta Andi Islamuddin.

Calon wakil bupati Soppeng, Hj Andi Adawiyah dari akademisi, sementara calon bupati Wajo Andi Rosman adalah mantan birokrat Pemkab Maros.
Di Pilbup Sidrap ada mantan birokrat yakni Nurkanaah dan Muh Yusuf sedangkan Muh Datariansyah pengacara, H Mashur dan Muh Nasiyanto seorang pengusaha.
Di Parepare ada Taqyuddin Jabbar dari profesional, Hermanto seorang pengusaha, Muhammad Zaini seorang pengusaha dan Bakhtiat Tijjang seorang akademisi .

Di Pilbup Barru, ada mantan Sekda Abustan A Bintang dan Direktur RSUD Lapatarai Barru dr Ulfah Nurulhuda,
Pilbup Pangkep juga diikuti seorang profesional yakni dr Andi Nusawantara, sementara di Maros ada mantan birokrat senior Muetazim.
Untuk Pinrang ada Sudirman Bungi, dan di Enrekang ada Mahmuddin.

Di Tana Toraja ada mana Kajari Erianto Laso Paundanan, sementara di Toraja Utara ada putra pengusaha Andrew Branch Silambi.
Untuk Palopo ada pengusaha Trisal Tahir dan birokrat Farid Kasim.
Di Lutim ada mantan birokrat Puspawati Husler, di Luwu ada Agussalim, serta di Lutra ada Adjie Sautra. (rif)

Exit mobile version