Site icon Berita Kota Makassar

Bukan Semata Status, tapi Ada Tanggung Jawab

SESEORANG yang berhasil menyandang status sebagai Duta Pelajar merupakan siswa yang terpilih untuk menjadi role model dan menyampaikan pesan-pesan edukasi kepada rekannya. Nurul Hatimah Al Mufidah menjadi bagian di dalamnya.

FIDA, begitu sapaan karibnya. Ia adalah Duta Pelajar Kabupaten Gowa tahun 2024. Hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Fida menceritakan kesan dan pengalamannya hingga terpilih sebagai seorang Duta Pelajar.
Saat ini Gida tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang mengambil Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. Ia berdomisili di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Di awal wawancara, Fida menyampaikan alasannya mengambil prodi tersebut. Katanya, jurusan itu menjadi bagian dari minatnya yang bercita-cita menjadi seorang dosen. “Minat memang ada, karena saya mau jadi dosen. Apalagi ada dorongan dari orangtua,” ujarnya.
Sebagai Duta Pelajar Gowa 2024, Fida telah menyelesaikan mayoritas dari program kerja yang dicanangkannya. Seperti program Safari Ramadhan dan edukasi terkait pernikahan usia anak.

Ia menuturkan bahwa program Safari Ramadhan telah dilaksanakan pada beberapa kecamatan di Kabupaten Gowa seperti Bontonompo, Pallangga, dan bajeng. “Jadi kita datang ke beberapa masjid lalu membagi tugas seperti kultum, MC, imam salat, dan mengaji,” terangnya.
Selain itu, ia juga menggelar beberapa jenis lomba yang mengundang beberapa sekolah. Seperti lomba azan, mengaji, syahril Qur’an, dan lomba hafalan surah.
Sementara pada kegiatan edukasi terkait pernikahan usia anak, Fida mengundang Duta Genre sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman serta pengetahuan agar tidak terjadi pernikahan usia anak. “Dalam kegiatan edukasi terkait pernikahan usia anak dijelaskan semua dampak-dampaknya,” imbuhnya.
Ditanya mengenai perasaannya pada saat sebelum dan sesudah menjadi Duta Pelajar, Fida menuturkan bahwa sebelumnya ia merasa biasa saja. Namun setelah menjadi seorang Duta Pelajar dirinya menambah relasi serta wawasan. Sebab ia kerapkali diundang sebagai seorang narasumber dan pemateri pada berbagai jenis kegiatan.
Fida lalu berkisah tentang awal mula keikutsertaannya di Duta Pelajar. ”Awalnya cuman iseng daftar, karena lihat saat scroll Instagram. Setelah menang, sekarang sering diundang di berbagai kegiatan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Fida menyampaikan pandangannya tentang dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Gowa. Menurutnya, selama Bupati Adnan Purichta Ichsan menjabat, daerah ini dijuluki sebagai kabupaten pendidikan. Sebab sejumlah program yang terkait pendidikan telah dicanangkan, hingga mencetak sarjana dan hafiz Qur’an.
”Menjadi Duta Pelajar di Kabupaten Pendidikan ini, kita harus jadi role model untuk menunjukkan hal-hal positif guna mengedukasi pentingnya pendidikan,” terangnya.

Ditanya tentang tantangan yang dihadapi, Fida menjelaskan bahwa seorang Duta Pelajar harus dapat menjaga banyak hal seperti perilaku, tutur kata, dan postingan di media sosial. Sebab ia harus menjadi contoh dan teladan bagi pelajar lainnya.
Fida tidak lama lagi akan melepas statusnya sebagai Duta Pelajar Kabupaten Gowa. Sebab pada tahun 2025 ini kembali akan dilaksanakan pemilihan. Untuk itu ia menyampaikan pesan kepada seluruh remaja yang mendaftar agar senantiasa mengedepankan attitude dan tanggung jawab. Sebab menuturnya, Duta Pelajar tidak hanya sebuah status simbolis semata, namun merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dikedepankan.
“Banyak yang ingin mulai namun belum berani keluar dari zona nyaman dan mengemban sebuah tanggung jawab,” tandasnya. (yus)

Exit mobile version