MAROS, BKM — Proyek pelebaran jalan di jalur poros Maros-Bone yang awalnya ditargetkan selesai pada Desember 2024, mengalami keterlambatan. Hingga awal Januari 2025, progres proyek baru mencapai 97 persen.
Kasatker PJN III Sulsel, Malik, menjelaskan, hujan deras menjadi kendala utama yang menghambat kelancaran proses pengerjaan. ”Kendala utamanya itu adalah hujan deras,” katanya, Rabu (8/1).
Saat ini, masih ada 2,5 kilometer yang belum selesai. Namun, pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan proyek ini pada Januari 2025, dengan catatan cuaca mendukung.
”Diusahakan bulan ini selesai. Mudah-mudahan cuaca mendukung,” tambahnya.
Selain itu, proyek ini juga menghadapi kerusakan di beberapa titik. Seperti di Dusun Kappang, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, yang baru saja dikerjakan. Di area tersebut, jalan mengalami amblas sepanjang 25 meter.
Ini disebabkan gerusan air di samping jalan yang merembes masuk ke lapisan pengerasan. Akibatnya, talud yang dibangun di kawasan tersebut juga bobol. Tak hanya itu, di kawasan Hutan Karaenta, juga ada bagian jalan yang mengalami hal serupa yang mengharuskan pekerjaan pembongkaran dan perbaikan.
”Sudah dibongkar semua, dikerja ulang,” tutupnya.
Diketahui, pelebaran jalan dilakukan sepanjang 13 kilometer, dengan anggaran Rp157 miliar. Ada dua titik yang dilakukan pelebaran. Titik yang pertama 12 kilometer. Titik kedua 1 kilometer, dan titik yang kerap terjadi macet jadi prioritas. (ari/c)
