GOWA, BKM — Hari masih pagi, Jumat (10/1). Jarum jam baru menunjuk pukul 06.00 Wita. Warga Kelurahan Kalaserena, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa tetiba geger. Sesosok wayat laki-laki tampak tergeletak di halaman rumah warga dalam kondisi tak bernyawa.
Mengenakan baju kaus warna biru cerah dan celana pendek warna gelap, tubuh mayat tersebut dalam posisi tengkurap tak jauh dari pinggir jalan. Warga yang sempat melihatnya awalnya mengira orang tidur. Namun setelah diperiksa baik-baik ternyata sudah tak bernyawa.
Pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 30-an tahun.
Posisinya tergeletak dengan kaki mengarah ke jalan raya tepat di belakang sebuah gerobak jualan yang sudah tidak terpakai.
Seorang warga setempat bernama Fitri yang ditanya wartawan, mengaku tidak kenal siapa korban. Dia tidak mengenali roman wajah lakil-aki itu dan diakui baru dilihatnya.
“Tidak kutahu jam berapa (ditemukan). Tidak kukenal juga. Yang jelas tadi orang itu sudah di situ pas kubuka pintu. Saya juga tidak tahu itu orang sudah meninggal, karena saat kubuka pintu bilangma, ada orang di depan tidur. Kemudian banyakmi orang datang. Datangmi juga Pak Lingkungan (Kepala Lingkungan) dan langsung menelepon ke Polsek. Setelah itu tidak ditaumi karena tidak kuperhatikanmi. Karena tidak keluar-keluarma dari sini (rumah),” beber Fitri.
Kapolsek Bontonompo AKP Zulkarnain yang dikonfirmasi di TKP, membenarkan adanya temuan mayat, namun tanpa identitas.
“Jadi ada warga datang melapor ke kantor Polsek Bontonompo bahwa ada mayat tanpa identitas yang ditemukan. Setelah mendapatkan laporan saya perintahkan Kepala SPKT mendatangi lokasi, sekaligus memasang garis polisi supaya masyarakat tidak masuk untuk mengacaukan atau mengaburkan TKP. Lalu kami laporkan ke Polres dan turunlah tim Inafis untuk memeriksa kondisi mayat tersebut,” jelas AKP Zulkarnain, kemarin.
Dikatakan AKP Zulkarnain, mayat tanpa identitas tersebut telah diserahkan ke Inafis untuk tindak lanjut penanganannya, sebab itu kewenangan Inafis dan Dokpol.
“Kami hanya sebatas memberikan keterangan apa-apa yang terjadi ataupun tentang kondisi korban,” tambahnya.
Ditanya tentang kondisi spesifik mayat tersebut, Zulkarnain mengatakan untuk sementara pihaknya belum menerima informasi dari tim Inafis terkait kondisi riil mayat tersebut.
“Untuk lebih lanjutnya mungkin dikordinasikan di tim Inafis Polres. Sementara barang bukti kami hanya menemukan songkok di tanah tak jauh dari posisi mayat. Serta ada serpihan motor ditemukan di TKP. Umurnya diperkirakan 30-an. Setelah ditangani Inafis di TKP, mayat lalu dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk autopsi,” terangnya.
Zulkarnain mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor. (sar)
