MAROS, BKM — Bupati Maros, H Chaidir Syam, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Andi Patiroi, secara langsung meninjau penyaluran program makan siang gratis untuk siswa di SDN Barambang II, Jalan Poros Kariango Kabupaten Maros.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan anak-anak sekolah dan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Maros.
Dalam kunjungannya, Bupati Chaidir syam menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para siswa penerima manfaat. Beliau juga mencicipi makanan yang disediakan untuk memastikan kualitas dan cita rasanya sesuai standar yang telah ditetapkan.
”Program makan siang gratis ini sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita. Selain memenuhi kebutuhan gizi, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar,” ujar Chaidir syam dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Andi Patiroi menjelaskan, program makan siang gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan prestasi belajar siswa.
”Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi siswa, diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi dan daya tahan tubuh mereka sehingga prestasi belajar mereka juga meningkat. Program ini akan terus dikembangkan dan diperluas cakupannya hingga menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Maros,” lanjutnya.
Saat ini sudah ada 2 wilayah kabupaten maros yang menerima manfaat makan siang gratis untuk siswa yakni wilayah sekolah di wilayah Jl.Poros Kariango serta sekolah yang ada di wilayah Mandai.
Tercatat pada wilayah jalan poros Kariango ada 12 jumlah sekolah yang terdaftar sebagai penerima manfaat makan siang geratis dengan jumlah menerima manfaat sebanyak 2.979 boks makanan.
Sebelumnya pada diwilayah mandai ada 10 jumlah sekolah dan jumlah penerimaan sebanyak 3.151 boks makanan yang dibagikan. Dengan adanya program makan siang gratis ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maros.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. (ari/c)
